Jumat, 29 Juni 2018

Small step

Some failure I made to rotate my life and return back to the straight path. But it still a forward step. 

Kamis, 28 Juni 2018

Enough is Enough

Saya masih ingat betul hari dimana ayah saya pulang dengan selalu membawa buku, dimulai dari komik, buku cerita, buku dongeng, ensiklopedi, bahkan hingga buku berbahasa inggris yang padahal pada saat itu bisa dibilang saya tidak mengerti karena bukan bahasa Ibu saya. But it makes me into something. Seorang kawan pernah mengatakan "pokoknya untuk urusan bahasa, Dhika selalu bisa. Selalu ada rasa tertarik dengan bahasa, Inggris, Jerman, Jepang, Arab, bahkan Sunda dengan aksaranya.

Buku membuat saya mau belajar, dan saya harus berterima kasih kepada ayah saya yang telah mengenalkan saya kepada membaca buku. Hingga beranjak remaja, saya senang dengan novel dan terutama buku sejarah, dan ilmu pengetahuan tentang alam beserta isinya. Saya ingat juga saat hari hujan deras di luar, hari itu adalah hari paling nyaman untuk berselimut dan membaca satu buku cerita di kasur hingga tuntas.

Saya belum pernah keliling dunia, tapi beberapa cerita, legenda, dan budaya Negeri yang jauh saya tahu dari membaca. Its great entertainment for your brain, for your fantasy, and imagination. But something strikes me heard in adult life. Before we get to it, Im gonna tell you a thing.

Saya masih ingat ketika saya tidak menguasai logaritma, dan saya belajar sehari sebelumnya dan lulus dengan nilai baik keesokan harinya. Saya juga ingat ketika saya tidak mengerti fungsi logika microsoft excel, tapi kemudian saya lulus ujian komputer setelah berlatih dan bertanya kepada kawan beberapa jam sebelumnya. Saya juga ingat ketika Quiz matematika kelas dua SMA untuk Program Linear saya mendapatkan nilai 20 dari 100, dan mendapatkan nilai seratus di Quiz berikutnya karena saya kapok dan mau belajar. Intinya?

I am not that stupid, saya pernah mendapatkan ranking pertama karena serius, dan tetap dalam ranking 5 besar di kelas karena tidak serius (belajar). Im just LAZY! AS LAZY AS A POTATO. But potato is not. It grows into something delicios because it can and it should.

Teman pernah mengatakan, "pujian adalah awal kebinasaan" apa yang saya katakan kepada dia? "are you f***ing retarded? it motivates us!" well ternyata saya yang bodoh. Memang itu tidak sepenuhnya salah atau benar. Yang jelas, what motivates us are difficulties. Dan pujian bukan bagian dari difficulties. If its easy, its probably wrong. Dan kenyamanan yang membuat hancur.

Setelah melalui fase sulit datanglah kemudahan, saat itulah masa dimana kita (biasanya) berhenti belajar, berhenti memaksa kemampuan kita, berhenti berusaha. And it consumes you! kita menjadi manusia yang benar - benar bodoh, useless, malas, dan tersesat.

Dan fase berhenti belajar itu saya alami sejak saya lupa entah kapan, hingga persis saat ini. But then, my CEO called me into his room. And he said;

"saya sudah puluhan tahun di Industri ini, dan saya mengerti betul mana alasan mana kenyataan. Kamu gak fokus, kamu gak serius" well yes I know myself. I AM LAZY.

It does strike me hard.

I am not a person I used to be, I am not a person I want to be. I am not this disgusting. I am SOMEONE! I WILL BE AND ALWAYS BE.

Like I said to myself long ago, ITS NOT EASY TO BECOME SOMETHING, BUT IT IS HARDER WHEN BECOME NOTHING.

I should go back to previous path, saya sudah tersesat terlalu jauh dan terlalu lama. It should started now, right after I shut down this laptop. I miss the man that cries but standup after difficulties, not this who lazy but get paid this kind of man.

Change the world? pfffttt
Start with the man in the mirror

Selasa, 09 Januari 2018

Semoga saja

2009 Blog ini dibuat, berarti sudah hampir 9 tahun yah? Kindof...

lucu melihat ke belakang, post post awal. Bener - bener kos budak. Hahahaha. Tapi itulah manusia, merasa sudah dewasa, merasa sudah berilmu, merasa sudah jauh, merasa sudah mapan. Merasa sudah yang membuat manusia berhenti belajar, berhenti bertualang, berhenti memperluas wawasan.
Jadi 2018 ini haruslah berhenti "merasa sudah (cukup)", apalagi merasa lebih baik.

Udah bawaan orok kali yah, selalu diajari berkompetisi. Kuliah harus cumlaude, SMA harus ranking, SMP harus juara umum, SD selalu 5 besar, TK bahkan harus duluan kalo lomba lari, baru lahir aja saingan siapa nangis paling keras.

Ternyata sudah punya anak bini, life's about supporting each other. Tidak selalu berkompetisi. Mungkin iya, berusaha yang paling banyak hapalan Quran, berusaha yang paling banyak sedekahnya, bukan yang paling banyak dapet duitnya.

Umur sudah mau 30, belajar menatap ke depan, tapi kenapa selalu ada masa lalu tertinggal. Masa iya gak ikhlas sudah punya dua anak cantik? bini juga gak kalah cantik, hahaha. Tapi paling baik, jual tas buat bayar listrik :D

Jalani hari ini, akhir hidup dan akhir dunia hanya menghitung jari saja. Apakah sudah lupa? berasa 2006 kemarin saja? lulus SMA dan masuk kuliah. Masih kuat di ingatan bagaimana Ospek SMP tahun 2000, sekarang sudah punya anak dua. Itulah dunia, waktu tidak terasa, kata Rasulullah pun dunia sekejap saja, hitungan akhirat hanya 1,5 jam saja (60 tahun dunia) sudah masuk kubur.

Benar - benar sekejap.
Sekejap saja bahagia ini
Sekejap saja senyum ini
Sekejap saja tawa ini
Sekejap saja gelisah ini
Sekejap saja sedih ini
Sekejap saja cerita ini
Sekejap saja hidup ini

Untuk yang selamanya
selamanya sengsara
atau selamanya senang

Semoga....

Selasa, 26 Desember 2017

This 2017 is going to end, and this is the first (probably the last) post I made in this blog.

If you (anyone) who ever read this, READ! (iqra) 
Smartphone makes you dumb!

I remember the day I read lots of books! now my brain is numb.

2017 is gonna be a history soon
2018 is coming

And Im not kidding, the end of the world is only a matter of months
welcoming the armageddon.

Im talking to you ILLUMINATI, we are not afraid.

See ya!

Selasa, 12 Juli 2016

(hardly) moving on

Pasti ada yang salah, sudah pulang itikaf sepuluh hari sudah berlalu ramadhan. Bukan bermaksud riya, tapi memang indah masa dimana quran menjadi teman. Rasanya hadits yg mengatakan bahwa quran yang akan menemani kita di dalam kubur membuat saya sedikit bahagia bisa membacanya. Susunan kalimat dalam 114 surat yang dikirim Yang Maha Penyayang kepada makhluknya.

Hari ini juli 2016, umur saya sudah hampir 28 tahun. 28 tahun saya menginjak dunia ini, 28 tahun saya menghirup oksigen bumi ini, 28 tahun memori mengisi otak dan cerita saya di dunia ini. Dunia yg tidak abadi ini, yang padahal di hadapan Sang Maha Agung saya hanya beberapa jam saja di dunia, karena satu hari di akhirat. 1000 tahun di dunia. Bayangkan kita hanya diberi waktu hidup tidak sampai 100 tahun.

28 tahun juga sudah berbagai macam kenangan dan cerita, namun hari ini. Entah mengapa, pikiran ini membawa saya ke masa lalu. Banyak sebetulnya yg saya sesali, dan obat sedih, gundah, gelisah, saat ini hanya doa dan tilawah. Kertas quran yg basah mudah2n menjadi saksi bahwa jika saya sedih, maka Surat CintaNya lah obatnya.

Masa lalu yg saya sesali adalah banyaknya perbuatan sia - sia yang saya kerjakan. Padahal saat itu jika saya bisa memotivasi diri saya mungkin saya akan jadi seniman? Pelukis? Musisi? Sesuai hobi saya saat itu. Atau mungkin mendapatkan beasiswa ke luar negeri? Atau mendapatkan penghargaan murid teladan? Karena saya bukan orang bodoh, cuma kadang kesenangan sementara bikin manusia malas dan banyak melakukan perbuatan tidak bermanfaat.

Masih jelas temperatur subuh di tahun 2000 atau malam ramai di tahun 2003, atau terpaan angin di wajah saat naik angkutan umum yg penuh di tahun 2004. Saya juga masih ingat suara midi SEGA yang seringkali saya mainkan sepulang sekolah, atau handphone monophonic yang bisa menjadi bahan lelucon saat habiskan waktu bersama teman.

Rumput basah saat saya jatuh bermain bola dari SD hingga SMP, berisiknya tempat rental PS1 yang booming saat saya SMP, atau tawa lepas karena kebodohan musuh saat main LAN Game Counter Strike.

Saya masih ingat emosinya, sedih senangnya, aromanya, musik yg mengiringnya, kawan yang ada di samping saya. Saya masih ingat nyerinya dislokasi sendi karena skateboard, masih ingat senangnya saat pertama kali mampu membelinya. Tahun 2002 saat itu harga skateboard masih Rp. 105.000,-.

Saat - saat senang ke masjid, berebut adzan dengan remaja yang lain, menangis saat taklim, candaan kepada teman yg sulit membaca hadis, dan habiskan waktu itikaf dengan bermain NGage :p.

Memori itu tiba2 kembali pagi ini, menyesakkan dada, memberi kerinduan pada masa lalu, pada teman - temanku. Mereka mmg masih ada, sama dengan saya sudah sibuk merawat anak yang lucu2. Saya rindu Aulia, doa saya semoga dia sedang di Surga. Sy masih ingat berita kecelakaanya, dan penundaan saya "besok saya akan jenguk" ternyata umur-mu kawan tidak sampai di "besok". Nanti kita minta sama Allah ya U, boleh gak maen skateboard atau latihan Kempo di Surga?

Dunia ini terasa sekali fananya, masih kuat ingatan saya saya baru pertama masuk SDN Panaragan 1 hari ini saya sudah berpikir anak saya akan masuk sekolah. Sekarang hari - hari saya diwarnai dengan tawa dua perempuan cantik. Yang satu tertawa karena lelucon saya, yang satu memang hobi tertawa.

Ya Allah, dunia ini sementara. Hanya kekuatan dari Mu yang menyanggupi aku menyelesaikannya. Kembali kepada engkau adalah sebuah kerinduan besar. Susah sedihku di dunia, hanya bisa mengadu kepada Engkau.

Yang aku tahu ya Allah, tidak ada kegundahan lagi setelah menatap wajah Engkau di Surga sana.

La illaha illa anta subhaanaka inni kuntum minazh zhaalimiin