Sabtu, 25 Desember 2010





my current potrait....
HB,2B,4B,8B, Eraser, Cotton Bud, 80 grams paper

Sabtu, 11 Desember 2010

Season Fashion



my music group formation
(left to right)
Sukmayudha, Faisal, Gandi, me (man behind this blog) :D


Mrs. Mustika, by Request

Kaos Lukis (painted t-shirt)

Kaos Lukis (Painted Tshirt) Rp. 250.000 each,
for other requested Tshirt add click here or add my facebook account here
:D

Minggu, 03 Oktober 2010

Leonardo DiCaprio , when he was young, 2B on paper, retouch wirh photoshop Mr. Dawson, Romeo, diCaprio :)

Sabtu, 04 September 2010

By Request Regawa Parikesit,
I got a lots of request, but I just upload few of em

Jumat, 20 Agustus 2010

Emma Watson..

Im not really in the mood for drawing, need a better pencil... :p

Selasa, 17 Agustus 2010

Sabtu, 14 Agustus 2010

I call this a failure result... 2 days with unstable mood...

Rabu, 11 Agustus 2010


Takeshi Kaneshiro, this time I take more time and more patient.. :D

Minggu, 08 Agustus 2010

Khafina Dibya, 2B pencil on 80 gram paper 1 1/2 Hours

Sabtu, 07 Agustus 2010

Arabian Horse, 2B, eraser, tissue, 80grams paper 2 hours

Jumat, 06 Agustus 2010

my Nephew...ngegemesin ya? agak terburu2 gambarnya karena masalah waktu... :)

Kamis, 05 Agustus 2010

no matter what has happened to him, he still a great musician..

Minggu, 01 Agustus 2010


Kaka, Brasillian football player, face a lil bit too long I think..anyway, not bad to be shared :)

Sabtu, 31 Juli 2010

3 Anak Lucu dari temen kantor, By Request :)
Aslinya hasil jepretan Sukma Yudha..gw coba gambar aja.. :)

By Request, great Journalist and Music Experienced friend Indra Nugraha :)

Minggu, 25 Juli 2010


gambar muka sendiri2 buru... menurut gw yg ini lebih mirip dari sebelumnya.. :D

Sabtu, 24 Juli 2010


Galagher, Liam - I drew this while listening "stop crying your heart out" from Radio. I hope its not gonna disapoint OASIS lovers.. :p

Jumat, 23 Juli 2010


Buru2 banget gambarnya... BGnya ancur, n beberapa keanehan disana - sini..anyway not bad to be shared I think :p

Kamis, 22 Juli 2010

By the Time, by the Chat Box

"ndi, ngalamun wae sia teh" kata Anwar sambil menepuk kepala Randi dari belakang. "eh..gak kok, hehe" jawab Randi salah tingkah. Namun jawabannya sama sekali tidak sesuai dengan sikapnya, segera setelah menjawab sapaan Anwar dia kembali memalingkan wajahnya ke arah lain, ke arah dimana dia sebelumnya terpaku sehingga ditegur oleh temannya karena melamun. Di ujung pandangannya berdiri seorang perempuan remaja dengan seragam yang sewarna dengan dirinya. Perempuan itu lebih pendek dari dirinya, kulitnya coklat, matanya hitam, tidak sipit dan tidak juga besar, hidungnya mancung, bibirnya tipis, rambutnya diikat ekor kuda, pakaiannya tidak seperti remaja pada umumnya, agak longgar dan tidak menampilkan bentuk tubuhnya yang proporsional. Perempuan itu sedang bercakap – cakap dengan teman sebayanya. Beberapa saat dia tersenyum kecil, bahkan tertawa hingga terlihat giginya yang rapat dan terawat. Dia kelihatannya menikmati pembicaraannya dengan teman di hadapannya.


“ndi, hayu atuh kita jajan” ajak Anwar lagi membuyarkan lamunannya. “oh..iya” sekali lagi Randi terkejut karena melamun. Anwar kelihatannya tidak menghiraukan keadaan temannya yang jiwanya sedang tidak di dalam tubuhnya, jiwa yang sedang menikmati keindahan dari makhluk yang menurut empunya adalah masterpiece yang dibuat oleh Tuhan. Rasa lapar Anwar terlalu kuat untuk bisa membuat dia tidak mempedulikan tingkah temannya yang menurut dia cukup konyol.


Randi berjalan mengikuti Anwar, dia berjalan menjauhi perempuan yang menjadi objek dalam bingkai pandangan dan lamunannya. Sesekali Randi menoleh ke belakang, melihat ke arah perempuan itu sambil tetap berjalan mengikuti Anwar. Ada sedikit harapan dalam dirinya bahwa perempuan itu akan membalas pandangannya.


***


“Yang mana sih yang bikin Randi terbuai?” kata Rieka yang dijawab dengan tawa gaduh teman – temannya. “iya rik, si Randi Cuma bisa bengong sambil ngacai (meneteskan air liur), hahahaha” goda anwar lagi. “ah paan sih lu pada” Randi hanya bisa menjawab sekenanya. Mukanya kelihatan setengah kesal dan malu. “eh rik, yang itu tuh!” Anwar tiba – tiba menegakkan jari telunjuknya ke arah seorang perempuan yang berjalan ke arah mereka. “mana – mana?” temennya berebutan melihat perempuan itu. Mereka bersikap layaknya remaja seumuran mereka, senang menggoda teman mereka Randi yang bingung harus bersikap apa. Sepertinya degup jantung Randi membuat tubuhnya kaku dan bertindak lambat untuk bisa melakukan sesuatu ataupun berbicara menanggapi teman – temannya. “itu mah ade kelas gw waktu SMP!!” Rieka berbicara dengan volum suara mengalahkan kegaduhan teman – temannya. “siapa namanya Rik?” Tanya anwar. “namanya Romlah, hahahaha. Bukan deng, namanya Rianti, dia juara umum waktu SMP. Jadi gw tau dia”

“suruh si randi kenalan rik! Kasian tuh dia pengen bisa surat - suratan kali, mintain alamat rumahnya rik! Hahaha” Anwar menggoda lagi.

“yaudah ikut gw yuk” Rieka menarik tangan Randi, teman – temannya mendorong Randi dari belakang. “eh ngapain si, bete ah gw. Malesin banget sih lu semua!” kata Andi sambil berontak, tapi dekapan teman – temannya lebih kuat daripada tenaganya untuk melepaskan diri. “payah banget sih lu, Cuma bilang ‘hai, gw Randi’ gitu doank. Tuh, si Rianti udah masuk kelas". Kata Rieka memaksa. “Rik, gw serius gak berani” kata Randi jujur dengan wajah memelas. Teman – temannya makin keras menertawai sikap polosnya. Sedangkan Randi Cuma bisa memohon dengan wajah kelewat serius kepada Rieka yang masih menggenggam erat pergelangannya, dia tidak menyangka bahwa teman – temannya bisa tahu soal perasaannya karena awalnya dia terpana memandang Rianti. “ya udah, lu tunggu sini! Gw salamin aja ya?” kata Rieka sambil melepaskan pegangannya. Randi hanya bisa mengangguk mengiyakan. Ledakan perasaannya membuat dia bersikap sedikit pandir. Rieka meninggalkan teman – temannya dan masuk ke dalam kelas tempat belajar Rianti.


Tidak memakan waktu lama hingga Rieka muncul dari pintu kelas Rianti. Wajahnya menyunggingkan senyum karena senang sudah membuat kawannya malu setengah hidup, senang karena dia baru saja melakukan keisengan khas remaja. “udah gw salamin ndi” kata Rieka kepada Randi sambil berlalu. “trus dia bilang apa?” Anwar menanggapi pernyataan Rieka, mewakili teman – teman lainnya dan Randi yang penasaran tapi tidak bisa berkata apa - apa. Rieka berhenti sebentar, membalikan badannya kemudian berkata “katanya, dia gak mau kenalan udah suka sama orang lain. Itu juga bukan dia yang jawab, tapi temennya. Keliatannya dia pemalu, ato emang gak peduli. Sabar yah ndi, cinta memang gila. hahahaha” teman – temannya ikut tertawa sambil menepuk bahu Randi lalu pergi meninggalkannya.


“KKRRRIIIINNNGGGG!!!” bel tanda istirahat berakhir mengingatkan para siswa untuk kembali ke kelasnya masing – masing, bel panjang itu juga yang menjadi musik latar perasaan Randi. Hatinya seperti tidak kuat menggantung. Jatuh seiring dengan sesak yang dia rasakan. Dia tidak menyangka memendam perasaan seperti ini terhadap perempuan yang tidak dikenalnya. Ingin rasanya menangis, tapi rasa malu terhadap teman - temannya membuat dia bisa menahan desakan air matanya. Dia masih bisa bersikap normal sementara itu. Awan gelap yang mengitari hatinya tidak mempengaruh gejolak mudanya untuk tetap menikmati hidup walaupun langit gelap tidak sebentar menaungi jiwanya. Butuh waktu yang lama untuk bisa Randi menerima, bahwa perempuan yang selama ini dia puja, hatinya sudah dimiliki orang lain, jiwa perempuan itu mengagumi sosok selain dirinya.


***


“NURIANTI SANDI” Gemuruh tepuk tangan mengiringi pengumuman yang diucapkan Bapak Kepala Sekolah. Rianti berjalan menuju panggung Pembina upacara, dia hanya bisa tersenyum membalas sambutan teman – teman sekolahnya. Rianti baru saja diumumkan sebagai juara umum semester itu. Dia berdiri di samping Bapak Kepala Sekolah, menghadap teman – temannya selaku peserta upacara. Seluruh mata siswa tertuju padanya, menyiratkan pujian atas keberhasilannya menjadi pelajar teladan. Namun tiba - tiba mata Rianti terhenti pada pandangan seorang laki – laki yang memandangnya datar. Mata itu menggambarkan dinginnya jiwa seorang remaja. Hanya sesaat saja Rianti bisa menatapnya, karena lelaki itu dengan segera memalingkan wajahnya. Itulah mata Randi, yang selama ini mengaguminya. Dan sakit hati karena pernyataannya.


***


***


Rasa kesal, jijik, dan sakit hati masih menghantui perasaan Randi. Dia tidak menyangka kekasihnya akan mengkhianatinya, padahal mereka sudah berencana akan menikah. Randi memergoki Laura - pacarnya berciuman dengan laki – laki lain di sebuah cafĂ© sepulangnya bekerja. Saat itu juga Randi memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Laura.


Randi langsung membuka situs jejaring sosial, menenangkan dulu hatinya sebentar. Patah hatinya sedikit banyak membuatnya kehilangan semangat bekerja saat itu. Dia biarkan saja tumpukan kertas yang menunggu untuk dia input ke dalam komputer untuk diolah sebagaimana tugas dia setiap harinya.


“one new friend request” begitu bunyi notifikasi yang muncul di layar komputernya. Randi meng-klik notifikasi tersebut tanpa rasa penasaran sedikitpun. Sebuah permintaan pertemanan adalah hal yang biasa di dunia maya. Randi tidak pernah memiliki ekspektasi sedikitpun tentang siapa yang akan dia jumpai melalui situs pertemanan global tersebut.


Randi terhenyak dengan apa yang dilihatnya. Di layar tertulis “Nurianti Sandi wants to be your friend”. Yang terjadi saat itu telah mengusik keadaan perasaannya. Rasa galau karena patah hati sedikit sirna karena ‘bekas’ idolanya saat remaja meminta pertemanannya di jejaring sosial. Ini permulaan untuk bisa menjalin hubungan pertemanan, atau mungkin lebih. Setidaknya itu yang sempat dipikirkannya. ‘cinta monyet gw balik lagi ni’ pikirnya sambil tersenyum. Randi klik tulisan ‘Confirm Friend Request’ dengan maksud menerima Rianti menjadi kawannya di dunia maya. ‘Nurianti Sandi is now online’ lagi – lagi muncul notifikasi di layar komputernya. Cukup besar untuk membuat Randi menyadari bahwa bisa saja dia mengajak Rianti untuk berbincang – bincang saat itu. Sekali lagi dia tersenyum, entah perasaan bahagia apa yang merasukinya sehingga dia mampu tersenyum saat patah hati.


Randi kali ini tidak bisa menahan dirinya untuk menyapa Rianti melalui internet. Dia arahkan ‘pointer mouse’-nya ke kotak dialog untuk berbincang. Dia berpikir cukup lama saat itu, bingung untuk memulai percakapan itu. Sejak hari dia terpana memandang Rianti hingga 7 Tahun setelah itu dia sama sekali belum pernah berbicara dengannya, berbincang dengan Rianti seperti sebuah mimpi siang bolong bagi Randi yang takut sekali untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Randi sudah cukup dewasa untuk menguasai dirinya dari hal – hal pubertas. Waktu untuknya berpikir cukup lama hingga akhirnya dia bisa mengetik 5 karakter dalam kotak berbincang. “hai..” tulis randi memulai percakapan. “rianti is now typing” muncul keterangan dalam kotak berbincang yang membuat jantung Randi berubah tempo menjadi sedikit terburu – buru.


Rianti : “Hai juga”

Randi : “Apa kabar? Lama gak ketemu.. :)”

Rianti : “Baik kak, memang kita belum pernah bertemu kan? :p kakak sendiri apa kabar?”

Randi : “hehe bener juga..tapi setidaknya kita saling tahu. Kalo gak, gak mungkin kamu add aku. Alhamdulillah aku baik”

Rianti : “iya..aku lihat profil kakak dari Page Alumni SMU 06”

Rianti : “bener kak baik2 aja? Dari status updatenya keliatannya lagi ada masalah ni?”

Randi : “hehehe…biasalah masalah perasaan. Maklum masih ABG :p”

Rianti : “ABG = Anak Berbadan Gede? Hehehe…ngaco deh”


Randi tersenyum sendiri memandang layar komputer. Sesekali dia menyandarkan punggungnya ke belakang sambil tertawa kecil dan menggelengkan kepala. Randi dan Rianti sama2 bisa mencairkan suasana saat itu. Mereka saling berbincang berjauhan sampai hampir lupa waktu, lupa pekerjaan, dan cukup lama untuk membuat mereka sedikit mengenal pribadi masing – masing.


Rianti : “udahlah kak, kalo udah jelas salahnya gak usah dipikirin lagi. Gimana kalo jadi istri? Jadi pacar aja selingkuh. Masa laki – laki patah hati sih?! Hehehe”

Randi : “hahaha..iya deh gak akan. Setidaknya gak sesakit hati dulu zaman SMA :p”

Rianti : “emang kenapa waktu zaman SMA?”

Randi : “gapapa :p”

Rianti : “aneh, ngapain bilang :(“

Randi : “gak enak nyeritainnya”

Rianti : “ya ampun, apa bedanya sama cerita yg ini?”

Randi : “beda lah, tokoh, waktu, sama jalan ceritanya..hehehe”

Rianti : “ya udah kalo gamau cerita, aku gak penasaran amat kok”

Randi : “iya deh diceritain, tapi jangan ketawa ya?”

Rianti : “Okay, :D”

Randi : “jadi dulu waktu SMA, aku pernah suka sama cewe, tapi aku Cuma bisa jadi pengagum rahasia. Eh taunya sama temen2 ketahuan tuh aku suka, iseng dipaksa kenalan. Taunya tuh cewek gak mau kenalan. Katanya dia udah suka sama orang lain. Percaya ato gak, cukup lama aku sakit hati, gak percaya juga umur segitu udah bisa patah hati..hehehe. yah mungkin pengaruh predikat sebagai remaja”

Rianti : “serius kak? Lama sakit hatinya? Berapa dasawarsa? Hehehe. Eh aku kenal gak sama ceweknya?”

Randi : “hmm.. yah berbulan2 lah, saingan sama orang hamil. :D kamu kenal kok sama orangnya. Deket banget sama kamu”

Rianti : “iya. Siapa kak? Kasih tau donk..! aku janji gak bilang siapa2 :p”

Randi : “serius mau tau?”

Rianti : “ih bawel banget, iyah penasaran dan MAU TAU nih!”

Randi : “orang itu namanya Rianti”

Rianti : “hah, kok sama namanya?”

Randi : “ya orangnya juga sama yang itu2 juga”

Rianti : “Maksudnya?”

Randi : “ya Kamu...”

Rianti : “oohh...”


Ada perasaan lega dalam diri Randi, akhirnya dia bisa mengungkapkan rasa kagumnya kepada orang yang selama ini membuatnya terpana. Setidaknya dia tidak terlalu malu, karena masa remaja dan cinta monyet bisa menjadi alasan dia untuk membela diri.


Rianti : “jadi waktu itu tuh kakak?”

Randi : “emangnya si Rieka gak ngasih tahu?”

Rianti : “gak tuh, dia Cuma bilang ke temen aku ada yang ngajak aku kenalan. Aku bilang aja gak mau, soalnya udah ada yang aku suka saat itu”

Randi : “Siapa???”


Randi betul – betul penasaran soal ini, laki – laki mana yang telah membuat masa remajanya kelabu saat itu.


Rianti : “mau tauuu aja :p”

Randi : “pelit!”

Rianti : “hehehe…jangan marah atuh. Kakak juga kenal orangnya kok”

Randi : “wah..masa?!”


Randi mengira mungkin teman sekelasnya, bisa jadi Anwar. Tapi paling mungkin adalah adik kelasnya yang seumur dan seangkatan dengan Rianti


Rianti : “iyah..”

Randi : “terus…siapaaaa?!”

Rianti : “namanya Randi, kakak kelasku yang aku gak tau justru dia yang ngajak kenalan :p”


Randi tidak bisa menyembunyikan rasa geli di wajahnya, dia belum sanggup membalas teks Rianti yang terakhir. Ada sedikit rasa senang di hatinya, selain dia sudah bisa mengungkapkan perasaannya di masa remaja, dia juga tahu bahwa rasa kagumnya saat itu tidak bertepuk sebelah tangan.

Minggu, 18 Juli 2010

Try to draw Michael..but got problem with the Scanner..

Jumat, 16 Juli 2010

Face











































Try to draw my own face... yes, Im an amateur :D

Kamis, 15 Juli 2010

Tak Sedih Melulu

Aku senang saat dimana aku bercanda kau tertawa

Tapi kini aku seperti bicara hanya pada saat diminta

Aku seperti khawatir melakukan hal yang tidak kau suka

Saat aku harus melangkahkan kaki, banyak hal yang menjadi pertimbangan

Lututku gemetaran, gigiku juga, seperti tempat duduk elektrik buat pijit


Aku senang saat aku menggodamu pipimu merona

Aku bilang pipimu seperti apel, kau bilang aku gombal, padahal saat itu aku lapar

Aku khawatir kamu kelelahan, kau bilang aktivitasmu sudah biasa

Kau sudah punya vitamin dan suplemen untuk menjaga kesehatan tubuhmu

Tapi aku tetap khawatir, karena kau tidak pernah berhenti berlari mengitari pikiranku


Kau berlagak kesal dengan tingkahku,

Saat itu kau pukul lenganku sambil tetap tertawa,

Walau saat itu aku kebingungan, lenganku yang kau pukul tapi mengapa hatiku yang terjatuh dari tempatnya?


Sejak aku tahu dirimu, diriku penuh dengan kata – kata

Bagaimana caranya selalu membuatmu tersenyum dan tidak bosan,

Kata – kata itu bersaing dengan tugas kuliah dan kerjaan kantorku berebut tempat di pikiranku

Sayang mereka tak berhasil mendapat bagian, seluruh pikiranku sudah penuh dengan namamu


Kau bilang aku gombal, aku pikir aku gak karuan

Bayangkan dirimu mencoba berdiri diatas kuda yang berlari,

Seperti itu juga aku mencoba tetap bersikap normal saat degup jantungku lebih kencang dari derap kaki kuda

Memang sulit, seperti sulitnya mengira atas apa yang terjadi dengan aliran air hatiku

Mengalir ke danau yang mereka sebut Danau Namamu


Orang bilang aku pintar berpuisi,

Namun dulu itu terjadi saat aku sakit hati

Namun sejak aku kenal dirimu

Kata – kata indah tak harus muncul saat sedih melulu…

Kamis, 24 Juni 2010

Teman Episode Tiga - Leasing Ngising

“jangan ngebut ya ki” ucap si mamah sambil nyodorin tangannya ke idung gw, tambah berapa persen tenaga lagi kayaknya bisa bikin gw mimisan, kenceng banget tuh sodokan tangan mamah ke muka gw. Mamah emang wonder woman, dulu cubitan mamah jauh lebih menyakitkan daripada kena hantem bola tendang trus nabrak pager, dan diinjek temen yang lewat. Luar biasa memang induk semang gw. “iya mah, gak akan ngebut..Cuma kenceng – kenceng, hehehe” jawab gw sambil nyengir yang kemudian disambut dengan tepakan di kepala gw oleh mamah menggunakan pacul.


Hari ini gw mau kerumah kakak gw yang tinggal di luar kota, sekalian bayar cicilan motor butut gw yang kecepatannya saingan ama ontel kota tua, dan berisiknya udah kayak ada tikus kejepit di sela – sela mesin motor. Memang terdengar (atau terbaca) konyol, kok bayar cicilan motor aja gw ampe harus ke luar kota, sedangkan zaman udah serba online. Transfer sana sini udah langsung jadi, teknologi udah maju. Gw sampe berpikir, suatu saat kalo orang sama makanan bisa diinstal Bluetooth, mungkin hanya dengan memandang makanan di etalase warung, kita bisa kenyang. Semua itu semata – mata karena pelayanan yang buruk dari sebuah perusahaan leasing kacangan. Tapi tidak apa – apa, itung – itung silaturahim dengan kakak gw yang gak tiap hari ketemu semenjak beliau berkeluarga.


Perjalanan ke Jakarta terasa jauh banget, terutama jika menggunakan motor yang notabene gak diperkenankan lewat jalan tol. Tapi lalu lintasnya tidak terlalu padat, sehingga tidak terlalu membuat otak melepuh, mata melotot, gigi meruncing, dan pantat panas. Kalo dengan kecepatan wajar, kira – kira menghabiskan waktu satu setengah jam perjalanan, tapi kalo kebut – kebutan, 20 menit juga bisa langsung nyampe…langsung nyampe surga.


Waktu dan bensin sudah menguap, konsekuensinya, gw sampai juga di rumah kakak gw yang tambun. Sebetulnya dia bercita – cita jadi penggembira, tapi sayang belum ada lapangan yang cocok untuk bisa menahan berat badannya. Kita lewati saja cerita temu kangen dengan kakak, ipar, dan ponakan yang tentu saja kebahagiaanya tidak ada yang bisa menyaingi selain melihat Michael Jackson hidup lagi. Gw langsung meluncur ke perusahaan leasing bersama kakak gw yang tambun namun sekilas mirip dengan pemeran Sarah di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan.


Perusahaan leasing ini terletak di pinggir jalan gersang dan kering, menambah kesan bahwa tempat ini tidak membuat betah. Masuki lebih dalam perusahaan ini dan saya berani bertaruh bahwa manusia di dalamnya adalah manusia minim sedekah, karena bagi mereka tersenyum saja adalah sebuah hal yang mahal. Di meja resepsionis duduk seorang yang belum tentu orang. Wajahnya ganas bak laki – laki pekerja tambang batu bata, kulitnya hitam menambah ke-eksotisan-nya sebagai seorang bangsa timur, rambutnya berdiri bukti kalau dia punya TV dan selalu up-to-date. Tak kenal maka tak tahu, begitulah seharusnya peribahasa berbunyi. Jangan salah menilai seorang lelaki tulen ini, karena ketika anda dipersilahkan duduk, anda akan berpikir perlu makan wortel lebih banyak lagi, atau yang di hadapan anda adalah robot dengan fungsi audio rusak. “silahkan duduk mas” katanya dengan suara kemayu dan khas seorang yang labil. Suaranya seperti suara perempuan, gesture tubuhnya juga. Tapi seperti apa-pun gemulainya dia mempersilahkan gw duduk, senyum tetap tidak tersungging di bibirnya. Wajahnya kelihatan menyimpan banyak masalah dan banyak jerawat, dahinya berembun, eh berkeringat, dan tangannya sibuk kesana kemari, ambil pulpen, buku kwitansi, buka laci, dan sebagainya yang membuktikan dia bukan penderita stroke. “saya mau bayar” kata gw dengan nada datar. Beda dengan dirinya, gw selalu tersenyum, itulah kenapa seringkali orang menegur ada cabe, kangkung, ayam, bahkan kopi yang bertengger di depan gigi gw. Sambil keluarin uang dan kwitansi gw sebutin nama gw, “Dwiki Abi, ni udah cicilan terakhir mas, saya bisa langsung ambil BPKBnya gak?”. “kalo udah gak ada denda tinggal ambil aja, tapi baru bisa diambil sebulan” katanya sambil tetap menulis diatas kwitansi. Sumpah ni orang ketus banget, ngeliatnya sikapnya yang gak bersahabat biking gw pengen tancepin staples di jidatnya. Gw liat2an dulu sama kakak gw yang dari tadi Cuma diem aja, persis kayak bodyguard pribadi gw dengan perawakan yang meyakinkan. “ya udah cek aja dulu” kata gw lagi, masih dengan senyum. Kayaknya dari tingkah laku gw, orang bisa liat ada lingkaran kuning terbang tepat di atas kepala gw. “ada nih, dua ratus ribu rupiah” katanya setelah berpaling sebentar ke layar computer. “what! Gw bisa beli banyak obat penumbuh bulu dengan uang segitu!” kata gw shock gak kalah shock sama saat pertama kali bertemu ni resepsionis. “saya gak pernah telat mas” kata gw sekarang dengan nada tinggi, kira2 di D Minor. “ya kita kan ada catetannya” kata dia lagi gak mau kalah. Matanya masih melihat ke arah kwitansi yang belum selesai dia tulis. “waktu itu saya selalu bayar sama agen mas yang pernah kerja disini”. “ya udah ntar bawa aja buktinya” katanya lagi. “ini kwitansi pembayaran bulan ini” kata dia sambil menyerahkan kwitansinya ke gw. “sini, nih uangnya. Simpen aja kembaliannya!” kata gw sambil merebut kwitansinya. Muka si resepsionis keliatan lebih putih, gak segosong sebelumnya. Keliatannya dia khawatir juga ngeliat customer marah – marah.


Akhirnya gw pergi dari leasing itu terpaksa dengan muka dilipet, kalo ada yang bisa bikin kesel lagi saat itu, mungkin muka gw bisa jadi origami karena dilipet terus menerus. Setidaknya bulan depan gw harus kembali lagi kesitu, ngurusin yang gw belum bayar. Gw gak bisa sepenuhnya menyalahkan wanita jadi – jadian yang ada di dalam, karena dia cuma melaksanakan tugasnya dan menjaga agar dapurnya tetep ngebul. “teh!” kata gw tiba2 mengejutkan kakak gw yang gembil. Dia kelihatannya sedang menaruh makanan tapi tidak juga ditelan, padahal memang bentuk mukanya begitu menyesuaikan dengan kadar lemak yang dikandung tubuhnya. “apa?!” kata kakak gw menjawab dengan ekspresi dan intonasi yang serupa sama panggilan gw ke dia. “kita beli tahu sumedang…” kata gw lagi gak nyambung. “jauh amat, kita cari di Cimanggis aja” katanya lebih gak nyambung..


To be Continued

Sabtu, 19 Juni 2010

Ingin Istiqomah???

“innamal ‘amalu binniyyat…” sepenggal kalimat yang akrab di telinga muslim yang artinya, segala perbuatan tergantung pada niatnya. Sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Umar bin Khatab ra. Amal yang terlihat baik sekalipun manakala ada niatan buruk dibaliknya maka tidak akan bernilai di sisi Allah baik pahala maupun keberkahan, atau istilah ngetrendnya “ada udang dibalik batu”.


Masih masalah niat juga, Allah tunjukan kasih sayang dan kemurahannya mengenai hal ini. Bahwa barangsiapa berniat baik, berniat saja sebelum mengamalkannya, maka Allah akan beri pahala satu kebaikan padanya, dan satu kebaikan lagi setelah dia mengerjakannya. Lain lagi dengan perbuatan buruk, saat kita berniat buruk sebelum mengamalkannya maka Allah tidak akan mencatatkan satu dosa kepada kita kecuali kita sudah mengerjakan hal buruk yang kita niatkan.


Setiap satu perbuatan baik bernilai satu kebaikan atau dikenal juga dengan sebutan “karomah” (Kebaikan) , apalagi jika perbuatan baik itu bisa kita lakukan dengan konsisten atau dikenal dengan nama “istiqomah”. Oleh karena itu banyak riwayat mengatakan bahwa “sebaik – baik karomah adalah istiqomah” (Kitab Tazkirah), “istiqomah lebih baik dari seribu karomah”. Istiqomah yang artinya konsisten mengerjakan yang baik bukan hal yang sulit bukan juga hal yang mudah. Sulitnya adalah bagaimana menjaga gairah kita untuk selalu berbuat baik yang sama.


Sebagian manusia kadang hanya mengingat Tuhan disaat dia merasa terpuruk. Dia katakan kepada dirinya bahwa dia sedang menempuh cobaan, padahal keadaan bahagia juga adalah cobaan dari Allah, apakah hamba-Nya akan mengingat Tuhannya disaat senang. “ingatlah Allah dalam kedaan senang, maka Allah akan mengingatmu disaat dirimu susah”. Pada saat terpuruk seperti itu, saat itulah kita bisa mengadu kepada Yang Maha Kuasa, mengoreksi diri dan menyesal. Sholat Tahajjud dan baca Qur’an layaknya ahli ibadah (pengalaman pribadi :D). tentu saja ini bukanlah suatu yang buruk, tapi alangkah baiknya, Tahajjud dan baca Qur’an kita bisa kita lakukan konsisten setiap hari/malam, syukur – syukur bisa hingga akhir ayat (amin ya Robb).


Ke-konsisten-an itulah yang dikenal dengan istiqomah. Ada beberapa riwayat tentang bagaimana seorang yang ahli ibadah membaca Qur’an hingga tamat setelah isya sampai subuh selama hidupnya yang lebih dari 30 tahun, atau seseorang yang senantiasa dalam kedaan berwudhu selama 40 tahun (maksudnya disini adalah dia selalu memperbaharui wudhunya apabila batal, baik akan ibadah atau melakukan kegiatan lain yang bersifat keduniaan) (dalam kitab At-Targhib). Perintah Allah pun selalu bersifat istiqomah, sholat 5 waktu wajib dikerjakan hingga kita disholatkan, puasa ramadhan 30 hari setiap tahun, puasa sunnah senin kamis, dzikir pagi petang bada subuh dan ashar, dan perintah ibadah lain yang dianjurkan dikerjakan secara istiqomah.


Jika kita mengerjakan ibadah secara istiqomah, maka baik senang maupun susah kita tetap mengamalkannya. Jika ada seorang rakyat yang senantiasa datang kepada rajanya setiap harinya untuk melayani rajanya selama satu tahun saja, kemudian seorang rakyat itu tidak datang suatu hari, sang raja pasti merasa kehilangan dan akan memastikan keadaannya. Begitupun Allah, jika ada hamba-Nya yang senantiasa bermunajat kepada-Nya maka disaat si Hamba tersebut lupa Allah pasti akan mengingatkannya. “ada apa dengan hamba-Ku?” misalnya dia yang selalu tahajjud dan karena sakit tidak terbangun untuk tahajjud, maka Allah akan segera beri kesembuhan dia agar bisa kembali bermunajat kepada Allah. Allah senang kepada hamba-Nya yang selalu meminta kepada-Nya, meyakini bahwa hanya Allah semata yang bisa beri apa yang dia minta. Dan dengan kasih sayang-Nya maka tanpa meminta-pun Allah akan tahu apa yang ada di hati hamba-Nya, apa yang bisa menyenangkan hamba yang dicintai-Nya.


Cara meraih istiqomah tidaklah sulit, ulama katakan jika kita ingin mendapat hakikat suatu ibadah contohnya; membaca Qur’an setiap bada subuh istiqomah, maka 3 hal yang harus kita lakukan ;


Pertama : sampaikan pentingnya membaca Qur’an kepada orang lain.

Ketika kita jatuh cinta kepada seseorang, hati kita terselubungi oleh orang itu, segala hal yang berhubungan dengan dirinya terasa ringan dan menyenangkan untuk dikerjakan. Selalu ada kerinduan untuk bertemu dengannya. Hati serasa dahaga apabila tidak bertemu dengan orang yang dicintai, hati layaknya gersang dan kekasih layaknya hujan. Begitulah dalam beramal. Ketahuilah bahwa hati ibarat kolam yang dialiri 4 aliran air yaitu; Pikiran, Penglihatan, Pendengaran, Pembicaraan. Cinta bisa tumbuh saat kita senantiasa memandang seseorang, mendengar suaranya, menceritakan namanya kepada orang lain, dan memikirkannya. Begitupun dengan ibadah membaca Qur’an, sampaikan pentingnya dan manfaatnya kepada orang terdekat kita lalu kepada siapapun yang kita kenal maupun tidak kita kenal, semata – mata agar hati kita bisa mencinta ibadah tersebut dan menjadi ringan mengerjakannya.


Kedua : Latihan mengamalkan membaca Qur’an.

Saya pernah menghadiri sebuah majelis ilmu, narasumbernya berkata, “kebaikan itu ada ruhnya, begitu juga dengan kejahatan. Tapi sayangnya ruh kejahatan lebih cepat tumbuh dibantu nafsu dan bisikan syaitan. 3 kali berturut kita mengerjakan kejahatan, maka akan tumbuh ruh yang selalu mengingatkan kita untuk berbuat jahat dan ketagihan. Sedangkan kebaikan bisa tumbuh ruhnya dengan sempurna setelah 40 hari sebagaimana ditiupkannya ruh ke dalam janin setelah 40 hari”. Tentu saja awalnya harus bersifat pemaksaan, paksakan diri kita untuk berbuat baik, untuk ibadah, juga sebagai aplikasi apa yang telah kita sampaikan ke orang seperti hal pertama yang harus kita lakukan. Karena kebaikan yang kita sampaikan ke orang lain tidaklah bermakna sebelum kita sendiri mengerjakannya. Tidak mungkin kita melarang orang untuk masuk ke dalam kolam karena berbahaya sedangkan kita sendiri sedang berenang di dalamnya dengan riang gembira. Sudah hakikat seseorang lebih suka diajak daripada diperintah, dan kita pasti mengerti baik secara terminologi maupun etimologi perbedaan mengajak dan memerintah.


Ketiga : Berdoa kepada Allah agar di-istiqomahkan dalam membaca Al-Qur’an.

Sudah faktanya bahwa manusia yang sempurna secara fisik adalah manusia yang lemah dalam menghadapi godaan keburukan. Ketika kita berniat mengamalkan kegiatan yang positif, maka sejak saat itu setan sudah berusaha mencegah kita dari mengerjakan kegiatan tersebut. Maka hanya kepada Allah Yang Maha Kuat-lah kita meminta pertolongan agar dilindungi dari segala godaan dan dikuatkan dari segala kelemahan, serta meminta kehendak-Nya untuk meng-konsisten-kan kita dalam beribadah khususnya membaca Al-Qur’an.


Setelah apa yang kita tahu, mudah – mudahan ada niatan kita untuk mengistiqomahkan diri dalam hal yang baik. Baik itu membaca Qur’an atau ibadah lainnya serta kemudian mengerjakannya. Karena alangkah bodohnya kita, jika kita hanya mengingat Allah dan beramal di saat susah, sedangkan disaat bahagia sikap kita jauh dari hal – hal yang baik bahkan tergolong perbuatan negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita sendiri selalu mengumpat apabila ada kawan yang mendatangi kita hanya disaat dia butuh keperluan, “ah si ‘anu’ mah datengnya pas ada maunya aja”. begitupun kita yang mengadu kepada Allah.


Insya Allah, kita selimuti hati kita dengan kecintaan terhadap ibadah dan Tuhan yang memerintahkannya.


“Cinta yang tidak pernah bertepuk sebelah tangan adalah cinta seorang hamba kepada Tuhan-Nya, karena Tuhan selalu lebih dahulu mencintai kita dengan memilih kita untuk bisa mencintai-Nya”


Wallahu ‘alam bishshawab.

(dari berbagai sumber)

Kamis, 25 Maret 2010

Everybody's changing and I dont feel the same... -KEANE

Seorang wanita datang padaku dan menanyakan apa arti hidup..tentu saja hingga detik ini aku tidak bisa menjawabnya dengan kata - kata. Even in the end she whispered into my ear "I found the answer in you"... aku balik bertanya padanya, "bagaimana matamu bisa melihatnya sedangkan mataku tidak?"

Im wondering why could the meaning of sumone's life stay in others flesh & bone? apakah itu alasan manusia hidup berpasang - pasangan? jika iya, has God decided it for me?

kadang aku merasa hidup ini untuk diriku sendiri..ketika langit biru aku bisa mengubahnya abu - abu atas kehendakku.. apa yang aku lihat diterjemahkan oleh otakku sebagai hal yang sama..

bangunan yang kubus serupa, wajah manusia yang datar, hampa, dan matanya hanya mampu melihat lurus..

lucunya, segala yang aku pikir bisa aku kendalikan dengan kalkulasi dan rasio. adalah hal yang tidak indah ataupun membahagiakan.. its not even a blissful things for what you have seen are yellow..

mungkin itu yang membimbing diriku untuk berfikir, bahwa perlahan aku mengalir justru dari tempat rendah ke tempat yang tinggi, membuatku meyakini bahwa perhitunganku membawaku ke alam yang lebih cantik..

buatku waktu di dunia terlalu sedikit..

terlalu sedikit untuk mengerti..

terlalu sedikit untuk berfikir..

terlalu sedikit untuk bertindak..

segala asumsiku tentang kalkulasi, kebobrokan masa kini, dan keyakinan bahwa 'nanti' adalah sebuah kebahagiaan pasti..membuat tanah yang aku pijak ini terasa berduri. membuat segala wajah, mata, dan udara sekitar adalah asing..padahal..


I am obviously the real stranger..

Rabu, 03 Maret 2010

Daddy found me crying, I found him advising..

Dibawah ini adalah Tulisan gw yang dijawab oleh Ayahanda tercinta yang mungkin secara tidak sengaja beliau membaca curhatan gw yang gw simpen di dalam komputer gw. It really made me cry a lot!!! sebenernya curhatan ini awalnya gak jadi gw post, karena terlalu cengeng dan gak keliatan bersyukur, tapi setelah dijawab papah, kayaknya gak salah untuk dipublish. wish it will give benefit for anyone who read...

***

Hari ini berasa gak enak banget..ngerasa dosa deh gw, perasaan banyak gak bersyukur dan gw seperti melupakan apa yang jadi obsesi gw..cuma untuk hari ini. Kenapa selalu ada hal yang buat ngerasa gak mood, selalu ada hal yang ngerontokin semangat..lucu ya, tapi gak tau apa yang bikin gw ngerasa gitu..

Dulu zamannya masih SMA kayaknya gak sampe deh gw berpikir sampe kayak gini, cuma mikir gimana caranya nilai bagus dan have fun. Tapi nyatanya hidup gak sesimpel saat SMA, jauh lebih rumit sama sekali. Atau gw yang bikin semuanya jadi rumit, terlalu lebay dalam mengartikan apa yang udah menjadi jalannya. Hm..

Tiba2 gw mikir, kenapa nyokap gak lahirin gw dengan wajah seperti Artis Hollywood? Kenapa gw gak lahir dari keluarga bermateri lebih? Kenapa cuma dua kakak gw yang jalanin hidup enak banget. Kuliah tanpa mikirin gimana harus bayarnya? Orang bilang gw orang yang beruntung, banyak orang yang mau seperti gw, tapi kenapa mereka yang bicara begitu punya apa yang masih menjadi mimpi gw? Tapi kenapa mereka yang bicara begitu gw pikir hidupnya lebih smooth dari gw? Kenapa sih dulu nyokap harus hengkang dari kerjaanya? Kenapa sih bokap waktu tu dicurangi saudara sendiri saat menang tender? Saudara kandung sendiri? Dan kenapa gw sekarang masih berkutat dengan mimpi – mimpi? Kadang gw ngerasa apa yang motivator bilang adalah bullshit, bualan, bukan Impian yang memang siapa aja bisa ngedapetinnya. Kadang, atau mungkin sering malahan.

Dan kenapa saat itu juga, gw berbagi apa yang selama ini buat gw gundah kepada orang yang gw sayang, dan mereka malah meninggalkan gw? Apa salah berpikir seperti ini? Apa salah bertindak seperti ini?

Tapi..

Ada kalanya gw nyadar, selama ini yang gw jalani adalah suatu kesempatan luar biasa. Klo gw mungkin lahir dengan kelimpahan materi, gw mungkin menghabiskan waktu dengan main game online, hang out bareng temen – temen, ngabisin duit ortu, atau mungkin juga mampir dari pesta ke pesta. Walau seringkali gw iri, terhadap mereka yang kayaknya bicara masalah kesenangan, abisin waktu ini itu dengan bahagianya tanpa ada yang kelihatan menjadi beban.

Kalo seperti itu, mungkin gw gak akan punya keterampilan seperti sekarang, karena daripada menghabiskan waktu dengan gadget yang gw gak punya, gw lebih sering melukis, nulis, maen gitar sendiri, atau mijitin bokap.

Gw orang yang terlalu sering nenggak, mungkin seperti mutiara yang kotor dengan pasir, apa yang gw jalani ini seperti sebuah pembersihan, agar mutiara menjadi berharga. Klo seandainya dari awal sudah berjalan dengan kemudahan, gw mungkin akan selalu membusungkan dada. Bersyukur ternyata harus dipaksa merunduk, melihat ke bawah. Kenapa gw harus bandingkan dengan mereka yang berlimpah materi. Semua mahkluk memiliki kelebihan. Dan gw yakin, gw setidaknya punya satu kelebihan, yang orang lain mungkin gak punya.

Kemarin gw sempet browsing, dan ketemu cerita tentang anak umur 10 tahun yang meninggalkan sekolahnya karena biaya, dia bekerja sebagai pengupas bawang dengan upah 200 rupiah setiap harinya. Untuk apa? Merawat Ibunya yang lumpuh karena ayahnya meninggalkan mereka. Miris, saat gw disini masih bisa membelanjakan uang untuk berbatang – batang rokok, dan dia dengan sulitnya mendapatkan 2ratus rupiah, gw masih aja mengeluh. Saat orang terpaksa mencium kaki orang lain dengan diberi uang 50 rb rupiah, gw bisa habiskan satu lembar uang biru itu untuk sekali makan di sebuah restoran. Tapi gw mengeluh karena belum memiliki apa yang orang lain miliki. Tapi gw mengeluh karena gw masih bisa duduk di atas motor dan sampai kemana tujuan gw, sedangkan disana, seorang ayah yang tidak memilik biaya berjalan 10km membawa jenazah anaknya untuk dikuburkan. Saat gw disini mengeluh karena banyak pekerjaan yang harus selesai dengan duduk dan memandang layar komputer, dengan puluhan ribu setiap jamnya, orang lain masih harus tetap terjaga atas kemauannya untuk mendapatkan beberapa ribu saja.

God, just please let me stare to the other side of life, instead of Gold.
Aku hanyalah hambamu yang bergumul dengan dosa, tapi aku juga hambaMu yang berhak atas pertolonganmu. Maka cintailah aku, buatlah aku mencintaimu dan mencintai Makhlukmu, buatlah aku yakin. Bahwa kebahagiaan ada karena RidhoMu, bukan hal lain.

Allahumma inni ’audzubika min fitnatin dun-ya.

Ini hanya sekedar komentar dari seorang ayah yang selama ini belum/ tidak bisa membahagiakan anak2nya, dan bahkan setelah masa pensiun kini hanya mendapatkan belas kasih dari anak2nya. Namun demikian rasa syukur yang mendalam ketika terus membaca tulisanmu diatas, bahwa engkau anak yang mempunyai hati untuk bersyukur kepada Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, kamu telah medapatkan apa yg orang lain tidak bisa mendapatkannya, bahkan jangan jauh2 kita melihat,diantara saudara2mu msh ada yg harus kita bantu, beruntunglah kamu telah diberikan kelebihan oleh Yang Maha Pencipta baik ilmu maupun segi material, oleh karenanya perlu Dhika realisasikan dalam bentuk pertolongan tuk mereka yang membutuhkan.

Jika papah merenung kembali kemasa muda papah , apa yang telah papah berikan kepada orang tua dahulu sebagai tanda rasa syukur kepada orang tua yang telah membesarkan dan merawat dengan kasih sayang , padahal jika orang tua tidak mengharapkan kehadiran papah, bisa saja orang tua mencegah kelahiran papah, atau mungkin setelah lahir dibuang, seperti banyak kejadian2 sekarang ini. Nyawa itu Allah yg menetapkan / berkehendak, namun Allah telah menciptakan pula syaiton yang menggoda manusia yg kurang beriman, untuk melakukan hal2 yg dilarang.
Dalam keadaan serba kekurangan namun orang tua papah bisa memberikan sesuatu yg berguna untuk papah,sehingga seperti sekarang ini walaupun tidak sesukses mereka2. Dengan sekarang telah diberikan oleh Allah anak2 dan cucu2 yang cakep2 dan cantik2 alangkah bahagianya hati papah dan bersyukur kepada Allah.

Dengan membaca tulisanmu ini papah mengucap Alhamdulillah dan Insya Allah jika kamu konsekwen terhadap semua ini, kamu akan sukses dalam segala hal.Aamiin.
Yang pa2h mohon kepada Dhika kembalilah seperti dulu lagi ISTIQOMAH, ISTIQOMAH adn ISTIQOMAH dalam segala IBADAH.
Ma’af pa2h telah lancang membaca apa yang kau tulis.
Billahi taufik wal hidayah Assalamualaikum Warrakhmatullahi wa barokaaaaatuh.

Love you so much daddy, love you even deeper than any ocean in the earth.

Akuuuhhh Rinduuuhhhh Setengah matih karenaaaa mooohh..

Rindu lukisan mata suratan, kala hatimu nan merindu.. yup! that's the rite words to describe what Im feeling rite now.. rindu yang sangat luar biasa. terhadap siapa?? nonono...bukan terhadap siapa, tapi terhadap apa. ya..apa, sebuah benda. walau secara teori manusia juga bisa dianggap sebagai benda, tapi gak kali ini. kita gak pernah bertanya tentang identitas seseorang 'what is he?' kecuali kalau objek yang dibicarakan adalah seorang (atau sebuah) alien. gw sedang merindukan benda mati amat sangat luar biasa sekali. huhuhu.. I miss my skateboard!!! why why why...shud skateboard become too expensive in Indonesia??huhuhu (nangis lagi) walau realitanya ada yang cuma <200rb rupiah (baru) buatan cina yang bentuknya gak pernah jelas. seorang skateboarder sejati, sejatinya juga tahu mana papan kayu yang pantas disebut skateboard. kalo gak bisa disebut macem santa cruz atau darkstar, ya paling black label. bukan maui and son atau beberapa merk laen yang rodanya gak bisa muter.

I use to had a lovely boards. yang pertama maui and son yang nyata - nyata bukan lah sebuah papan yang bagus dan pantas untuk digunakan. karena skating adalah hal yang extreme, maka papan tersebut amat sangat tidak capable dalam menerima hentakan, pukulan, tendangan, cacian dan ejekan. hehehe..tapi gw bangga punya skate board itu yang waktu tahun 2002 harganya 150rb. waktu itu gw terpaksa puasa makan mie ayam SMP 4 and maen Counter Strike untuk menabung barang yang notabene mahal untuk manusia sekelas Dhika Wikibi. maka hal tersebut pantas menjadi kebanggaan. papan pertama itu warnanya biru langit dengan ukuran kira - kira 9 untuk ukuran skateboard, ukuran vert abis, lebar. skateboard pertama gw yang menjadikan gw bisa melakukan ollie, shove it, kickflip, boardslide, dan beberapa trik ece - ece lainnya. karena gw miskin dan banyak orang miskin lainnya yang ingin bermain skate board, jadilah si maui ini sebuah 'jablay' yang dipake sama siapa aja yang memang menginginkannya. hujan, masuk selokan, dibanting, diinjek (yaiyalah diinjek colo, apan iyeu sketbor lain helm dipake di hulu), diputer, dibanting (kalo kesel gak bisa - bisa ngetrick), dan masih banyak lagi bonus yang dapat anda dapatkan jika bergabung dengan MLM Gede Hulu (ngek..). in the end, ancurlah tuh papan.

Masuk SMA gw masih keranjingan sketbor, dan mengajak beberapa manusia yang berhasil dihasut untuk menghancurkan tulang dan persendian. salah satunya besfren gw, Ichal Maruchal Anak Mang Damal. Setelah banyak menjelajah kampung dan desa tetangga, pilihannya jatuh kepada sebenda papan bernama Element binti Bam Margera. dan gw terpaksa beli santa cruz yang harga barunya 800rb dan berhasil gw tawar jadi 200rb plus truck and roda baru. hehehe (padahal beli seken *2nd*). lanjutlah gw bermain skateboard ampe kelas 3 SMA, sayangnya!!! ya sayangnya, si santa inih gak bertahan, karena dia mendekin (baca : menjadi pendek), jadi udah gak bisa dipake loncat dan terlalu berbahaya terutama apabila dipake 'nge-drop'. (why delilah why?)

Lulus SMA tanpa sketbor dan ternyata gw pun terpaksa (gak terpaksa juga sih) bekerja sambil kuliah otomatis (bukan manual bukan triptonik apalagi pake kopling) jatah waktu gw untuk skating pun hampir gak ada. Setelah vakum hampir 2 tahun, tiba - tiba, aba - aba, coba - coba, temen gw menawarkan darkstarnya seharga 200rb juga. waktu tuh gw dapet THR lebaran, jadi gw beliin deh tuh papan..dan gw mulai bermain lagi dengan riang gembira. namun alangkah naasnya nasib si 'bintang gelap' inih..jadilah dia lebih buruk daripada alas potong sayur (talenan) dan alat cuci baju zaman jadul (papan zig zag bergerigi) karena patah saat gw mendarat melakukan trik.. SYIT!! "mamamamamama..tolonglah aku yang sedang bingung, neangan fulus beh bisa ngapung".. papanpun pergi untuk selamanya menyisakan tangis dan perih dalam kalbu.

sekarang, gw cuma bisa melamun melihat video sketbor orang albino asli barat daya..
karena ternyata angpao belum cukup untuk membawa pulang papan yang murah tapi gak murahan dan harus kehilangan uang karena bule gebleg..
I wish, God will give me plenty of skateboard if I enter the Heaven..I wish.. Amien (anak ceu Mimin)

Jumat, 26 Februari 2010

Starting with the man in the mirror..

What a life.. kata yang gw pikir cukup mewakilkan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan, gw, anda, dan orang di sekitar kita. Hidup tuh seperti sepotong gabus yang terapung di riak air kolam, atau mungkin juga di lautan lepas. Kadang tinggi di atas, kadang tenggelam di bawah. Ada kalanya juga smooth n simple seperti di selokan yang keruh, tergenang, n gak mengalir. Well, udah ngerti kalo hidup seperti itu dan tahu akan warna warninya, masih aja ada sikap mengeluh. Walau sebenernya gak ada alasan untuk itu. Kadang hasrat untuk mengeluh itu timbul karena kita kehilangan momen untuk menyempatkan diri melihat ke bawah, melihat kepada orang lain atau kondisi lain yang jauh lebih sulit dari yang sedang kita alami.

Bulan februari benar – benar menjadi bulan masalah finansial buat gw. Tepat setahun lalu, bulan februari juga menjadi bulan yang sangat kelam. Berasa langit tuh runtuh dan berwarna abu – abu. Tahun lalu adalah momen – momen masalah wanita yang gw harap dan gw usahakan hal itu gak akan terjadi lagi. Gw sempet berniat posting sebuah curhatan gw tentang februari tahun ini. Saking emosinya terhadap apa yang gw hadapi, gw ampe nyalahin banyak orang disitu. At last, udah habis 9 halaman Ms. Word dengan font 12, curhatan gw belum juga beres. Untungnya, banyaknya curhatan gw membuat gw mengulur waktu. Dan waktu, cukup memberi gw kesempatan untuk berpikir.

Gw urungkan niat gw untuk posting hal yang penuh keluhan itu, walau gw udah cukup banyak ngabisin waktu untuk membuat curhatan demek tersebut. Hahaha... sebagai gantinya ya posting ini aja, dimana gw dapet wangsit untuk bersyukut. Hehe.
Masalah finansial? Gw masih bisa makan 3 kali sehari tanpa kesulitan yang mungkin beberapa orang harus makan hari ini dan puasa esok harinya. Masalah finansial? Gw masih bisa mampir ke toko atau plaza dan membeli berdasarkan nafsu gw sedangkan orang lain masih menahan untuk membeli apa yang menjadi kebutuhannya. Masalah finansial? Gw masih bisa meneruskan sekolah gw sampe detik ini di universitas sedangkan beberapa orang terpaksa berhenti sebelum menyelesaikan sekolah dasarnya. Masalah finansial? Dimana gw masih tidur diatas kasur yang tingginya beberapa inchi dari lantai sedangkan orang lain masih belum punya rencana akan tidur dimana malam itu. Demi Allah dan RasulNya, selama ini apa yang jadi keluhan gw adalah hal yang gak pantas. Kalo gw inget kesana, gw lebih seperti seorang ABG yang bingung bagaimana menjadi seorang pengagum rahasia. Yang cuma bisa mengeluh, melihat yang dilakukan idolanya tanpa mau bertindak untuk menyelesaikan apa yang seharusnya dia lakukan untuk perasaanya.

So, the conclusion is.. *gaya hehehe.. Allah gak akan kasih kita ujian melebihi dari kemampuan kita. Pasti deh, apa yang terjadi, percaya aja dulu kita bisa melewatinya dengan cara apapun, segala yang terjadi adalah keputusan yang terbaik yang diberikan untuk hidup kita. Allah, mengenal diri kita lebih dari diri kita sendiri. Seorang ulama pernah berkata saat mengajar. ”untuk memperbaiki diri kita harus sering mengatakan hal yang mengajak kebaikan” dan secara ilmiah juga orang yang ’beres’ akan menyesuaikan perkataan dengan tindakannya. Jadi, ajarilah orang berbuat baik, sering – seringlah mengucapkan hal yang baik dan melihat apa yang salah dari diri kita untuk kita benahi. Yakinlah juga, bahwa kadang ada hambatan dalam meraih impian adalah pelajaran agar kita lebih bisa bersyukur saat mencapainya, dan kita dididik untuk menggunakan banyak cara yang halal dalam meraihnya. Gak hanya pencapaian yang smooth yang dengan satu tindakan impian kita tercapai dengan mulus. ”there are many ways to defeat the King in Human Chessboard”

*Apa yang gw bilang saat bercermin*

Kamis, 21 Januari 2010

Sudah terbang, dilangit ada tangga lagi..

Selasa, 19 January 2010

Ada yang special dengan hari ini? Entahlah, Cuma lucu aja klo ngingetnya..rencananya hari ini mau ngampus, karena kemaren gak jadi. Sebenernya dari minggu malem badan udah kerasa gak enak, balik ngantor tuh paling cepet jam9, padahal kadang dari pagi masuk kantornya. Gara2 cash flow yang gak akur2 antara riil ama laporannya, jadi lembur. Anyway, gw bangun kesiangan ni hari, karena syndrom tidur setelah sholat subuh susah banget diilangin. Gw sms boss gw yang di kantor (current boss) klo gw gak bisa masuk karena kurang enak badan. Si boss bales, ”okay gapapa. Saya blum bisa buka brankas karena gak ada kuncinya. Oia barusan Neil telp nanyain kmu”. Neil itu ex boss gw, seperti yg pernah gw ceritain, gw pernah kerja buat dia utk ngerjain laporan keuangan saat dia baru aja buka Bar-nya di Bali.

Niatnya mau istirahat, eh kakak gw minta gw untuk ke Jambu dua, servis ”BB china”nya yang rusak. Dasar siaul, tapi dia berhasil nyogok gw pake duit biru, ya udah gw berangkat deh.hehehe

Seperti biasa gw naek angkot donk-dot. Karena malay naek motor, mending naek angkot tinggal duduk dan ngomong ”kiri”, punya sukiber (Supir kita bersama) pula. Naek angkot gw jadi inget tuh, si ex-boss ada apa ya telp gw. Gw sms deh tu bule, basa – basi tanya kabar, trus tanya ada apa. Eh gak lama dia malah telepon ke hape gw. ”Kriing.. Patrick ini aku spongebob, aku butuh bantuanmu!!” kira2 gitu bunyi ringtone hape gw. ”Good day Neil, how are u” gw buka percakapan. “Dika, are u able to come here for tomorrow until Sunday?” dia langsung to the point aja minta bantuan gw. Perlu diperjelas lagi, klo si Boss ni di Bali, iyah BALI, bukan Balitro sebelah gang menteng. Dia pikir gw tinggal loncat satu kaki ke bali kayak maen engkle terus nyampe. Dengan mendadak, dan minta segera pula. ”Bali? I can’t get there this moment, I will have exams for two weeks” dia gak ngerti kali ya gw penuh dengan segudang kesibukan; Makan, Minum, Mandi, Jalan2, Pup, Tidur, Ngupil, Jail, maen game, dan masih banyak lagi yang gak bisa gw kerjakan dengan waktu bersamaan.

”Oh Boy, I need your help rite now” si Boss melas.

“for wat Neil?”

“you know, I need your help too fix the report, tax man will be here by tomorrow”

HAH! Ternyata kerjaan begitu toh, hm yg ni jgn jadi konsumsi publik deh, yg jelas gw berbuat dosa yang tidak ada sangkut pautnya dengan libido. hehe

“you can send it by email to me Neil” kata gw.

“is it wat you suggest? Can you handle it?” Tanya dia dengan agak ragu.

“I’ll try” kata gw lagi.

Singkat cerita, si Boss nyuruh gw bicara dengan sekretarisnya yg gw kira sih agak kurang capable utk buat laporan keuangan yang sesuai SAK (Standar Akuntansi Keuangan) *wae, kayak gw iya ajah. Dia yang bakal terus komunikasi ama gw sampe kerjaannya beres malam ini juga!!! So gw punya sedikit waktu untuk buat laporan laba-rugi selama setahun.

Awalnya agak ragu tuh, makannya gw telp my bestest friend and she is a girl, Fathin Afifah yang kuliah jurusan akuntansi. Okay, dia gak keberatan membantu gw, walau nyatanya dia sempet ragu saat tau gw minta ngapain. Segitu gw minta ngapain, bukan mau diapain, masih ragu juga. Hehehe *paan si?

Gw jadi nyengir. Ada rezeki di hari selasa..otot muka gw berasa kaku, bawaannya senyum mulu. Jadi pamer gigi.

Sebelum ke tempat teman, gw ke Plaza Jambu Dua sebagaimana alasan gw keluar rumah. Benerin hape Negeri Sipit-nya kakak gw. Bicara sana-sini, alis merong dikit, mulut manyun, ngomong keluhan ini itu, akhirnya hapenya diservis tanpa biaya apapun, kecuali ongkos gw naek angkot. Beres dah permintaan kakak gw ”Mission Accomplished” gw langsung cabut ke rumah temen gw, anek angkot 07 ke Jembatan merah dulu. Gw gak peduli nge-tem ato gak, gw pilih yang gw liat parkir lurus depan gw. Duduk, dan langsung setel musik di hape gw. Berasa autis kan? Kayak lagi di kamar dengerin Compo gak peduli ada siapa di sekitar gw, gw ngangguk2 aja. Gak lama ada cewe duduk di sebelah gw, sekilas gw liat wajahnya agak arab. Dengan polesan make up yang wajar. Dari posturnya, mungkin sekitar 2 atau 3 tahun lebih muda dari gw. Awalnya gw gak peduliin, gw yang duduk di pojok kembali melihat ke jalanan, liat manusia lalu lalang dengan kegiatan mereka sendiri2.

Akhirnya angkotnya jalan juga setelah sekian lama ngetem. Entah perasaan gw sekedar ge-er atau bukan, kayaknya cw sebelah gw ngeliatin mulu. Saat dia kira2 gak ngeliat ke gw, gw curi2 pandang liat ke dia. Hidungnya mancung! Hehe.. *dasar pria*. Biar gak canggung, akhirnya gw ambil buku dari tas gw. ”Dale Carnegie – How to make friend” pas banget ya tuh buku. :p Setelah gw mulai membaca, sedikit gw lupa akan keberadaan cewe disamping gw ini. Tapi gak lama, gw bener2 ngerasa dia merhatiin gw, lewat ekor mata gw, gw tau kalo dia lagi memandang gw, entah ada ketombe, kutu, atau kecoa di rambut gw sampe dia ngeliatin kyk gitu. Siaul, gw jadi salting.

Udah nyampe balaikota, di lampu merah si cewe menoleh ke arah lain, jadi wajahnya gak dihadapkan ke gw. Gw sedikit bisa bernafas lega, tapi gak lama kemudian, dia ngeliat gw lagi. Akhirnya gw yang pura2 ngeliat ke jalan, mengangkat wajah gw dari buku dan melihat lurus ke depan, ”udah nyampe mana ya?” kira2 gitu bahasa tubuh gw. Rasa penasaran gw gak bisa gw tahan. Dari liat ke depan gw menoleh ke kanan, alhasil.. !!!

Gw saling liat sama si cewe disamping gw, karena emang dia lagi melihat ke arah gw. Gw bener2 saling pandang, mata gw ama mata dia bertemu kira2 1,78893454875 detik. Saat itu pula gw ngerasa berhenti bernafas, jantung gw berhenti, darah gw gak ngalir, dan syaraf gw mati rasa. Gw Cuma berharap gak mimisan depan tuh cewe, bisa berabe! Matanya putih item seperti layaknya orang Indonesia, Cuma wajahnya aja agak arab, dan bulu matanya lebih lentik dari orang kebanyakan. Bibirnya mungil, kulitnya putih dan rambutnya keriting. Wajahnya menunjukan kalau dia gak dalam keadaan tertekan gak juga sedang bahagia. Dia mengenakan seragam pegawai toko. Gak tau kenapa, waktu hampir dua detik itu seperti lama dan cukup untuk gw mempelajari dirinya secara visual. Kelihatannya dia cw yang tenang, gak bawel, gak pecicilan, dan gak juga kuper. Dari mata, ke otak (tapi gak mikir jorok). Ke tenggorakan (tapi gak nelen ludah), eit tapi gak nyampe ke dada, apalagi ke hati gw. Hehehe (gengsi)

Akhirnya gw terpaksa menoleh duluan, sial! Kebayang betapa dongo bin pongo, jelek bin meletek banget dah expresi gw. Gw masukin buku gw, dan bersiap2 turun. Nah ini, saat gw teriak ”kiri..!” tanda gw meminta supir untuk menepi dan gw udah sampai tujuan, si cewe langsung menoleh ke gw, tapi kali ini gw bisa ngontrol diri gak hampir mimisan kayak sebelumnya. Cewe itu senyum, gw bales senyum, sekali lagi gw bisa liat wajah sejuknya, kali ini lebih menyejukan karena dia senyum. setelah turun gw susuri jalan raya jembatan merah, dan untuk terakhir kalinya saat angkot tsb melewati gw, gw ngeliat wajah tuh cewe, kali ini gak jelas apa expresinya. Karena kita udah jauh, beda alam lagi, dia di bumi, gw di langit.hehe *salah. Dia di Angkot, dan gw jalan kaki.

Untuk kedua kalinya hari ini gw dibuat nyengir, karena kerjaan eling dan wanita yang matanya super indah. Jadi inget lagu Louis Armstrong ”what a wonderful world….”. Gw lanjutin naek angkot 02 kerumah my loveliest friend, sambil gw denger musik lagi. :-)

“Ya Allah, jangan butakan aku dengan harta dunia dan kehilangan Cinta-Mu dan jangan tukar Bidadari Surgaku dengan bidadari Dunia”

Amien..