Sabtu, 12 November 2011

Sederhana itu...

Manusia dalam hidupnya tidak terpisah dengan yang namanya impian dan cita - cita. Lingkungan, Pendidikan, dan Karakter yang membentuk impian seseorang. Hmm, anyway saya sendiri sebagai seorang manusia (alhamdulillah yah masih tergolong manusia) memiliki impian, baik itu mimpi soal pekerjaan, finansial, tempat tinggal, dan kendaraan. Tempat tinggal dan kendaraan sangat menarik untuk disimak, bagaimana zaman sekarang kendaraan bukan hanya sekedar kebutuhan untuk mobilisasi, tapi juga sebuah wadah saling gengsi dan pamer. Honestly, apa betul sih sebuah kendaraan sport atau dengan TV mewah adalah sebuah kebutuhan? well saya pribadi sih menganggap kebutuhan untuk sebuah kendaraan adalah ada tempat duduk, ada setir, ada pedal gas dan rem, dan bisa berjalan pastinya, sisanya? keinginan. Begitupun dengan rumah, asal beratap dan memuat anggota keluarga, apalagi sebetulnya yang menjadi kebutuhan primer?

Keinginan bukanlah suatu kesalahan bukan? sah - sah saja seseorang ingin menghabiskan milyaran untuk rumah megah ataupun mobil super mewah dan cepat. Jujur saya pun memiliki keinginan untuk itu, ingin sekali rasanya memiliki mobil sport mahal, exclusive, dan sanggup berlari kencang. Well, pasti nambah ganteng bukan? (ganteng knalpot) :D

Tapi kadang sisi kemanusiaan saya tersentuh. Memang sebagai seorang manusia saya harus kaya secara finansial, tanggung jawab sebagai seorang laki - laki yang harus bisa membahagiakan keluarganya. Tapi bagaimana dengan hati saya? baiknya diperkaya kah dengan kesederhanaan dan kedermawanan? Tapi, bukan sebuah pelanggaran kan membeli mobil sport mewah miliaran dengan uang yang dicari sendiri secara halal? Uang bukan hasil mencuri dan mobil pun bukan hasil mencuri? Okay.. now look. Indonesia adalah Negara yang berkembang atah bahkan beberapa pihak mengatakan miskin, tapi hey bagaimana bisa Negara miskin memiliki sebuah Komunitas Mobil Porsche yang beranggota ratusan? bagaimana bisa Negara miskin memiliki banyak kapal pesiar mewah milik pribadi mengapung di pelabuhan? We are rich my friend! yes we are! but wait, bagaimana bisa jika kita memang kaya masih banyak orang yang tindak sanggup sekolah? masih ada orang yang sarapan dan malam tidak makan malam? atau orang sama sekali tidak makan? atau orang yang menjadikan langit sebagai atapnya dan bumi sebagai alas tidurnya?

Disparitas tinggi, yah itulah yang terjadi, kita tidak kaya tidak juga miskin. Hanya saja GAP yang tercipta antara si kaya dan si miskin terlalu besar. Mereka tidak salah, baik si kaya dan si miskin tidak salah. Saya disini hanya mengemukakan apa yang telah menjadi ego saya dan kemanusiaan yang saya sangat ingin genggam. Ketika keinginan saya memiliki mobil sport, hanya seperti sebuah dendam dengan apa yang sebelumnya tidak bisa saya raih, hanya sebuah deskripsi lain dari perkataan "who is laughing now?" Ketika saya yang bukan seseorang super kaya atau bahkan belum menjadi kaya memiliki keinginan seperti itu, saya malu dengan orang - orang yang telah memiliki predikat sehat secara finansial namun sisi kemanusiaan mereka telah mendorong mereka jadi lebih sederhana.

Warren Buffet
Siapa tak kenal Mr Buffet? orang kaya ini memiliki maskapai Berkshire Hathaway dan ahli dalam saham dan perdagangan. Keahliannya ini telah membuat dia memiliki kekayaan sebanyak 46 Milliar USD! Itu adalah kekayaan dia setelah setengah dari yang dia punya disumbangkan kepada Yayasan Bill Gates untuk kemanusiaan. Sisi kemanusiaan dia tidak sampai situ, karena jangan bayangkan dia memiliki rumah megah seperti orang - orang kaya Indonesia di Pantai Indah Kapuk atau Pondok Indah. Dia memiliki rumah dua lantai yang tidak lebih luas dari 200M persegi dan tanpa security. Dia tidak memiliki supir pribadi, selalu menyetir sendiri, dan anak - anaknya dididik untuk menggunakan angkutan umum.

Ingvar Kamprad
Siapa Ingvar Kamprad? dia adalah seorang pengusaha Furniture yang memiliki kekayaan sebesar 23 Miliar USD dan pernah menjadi orang terkaya nomor 6 di Dunia pada tahun 2005 (Forbes). Dia punya Buggati Veyron? tidak, yang dia punya hanyalah sebuah Volvo tua peninggalan ayahnya yang dia kendarai sendiri.
Nik Aziz Nik Mat
Banyak yang tidak tahu mungkin tokoh muslim yang satu ini. Beliau adalah seorang Menteri Besar bagian Kelantan Malaysia (Gubernur Provinsi jika di Indonesia). Namun dengan jabatannya itu beliau menolak untuk menempati rumah dinas yang mewah.
Nik Aziz
Rumah Nik Aziz

Mahmoud Ahmadinejad
Siapa yang tidak kenal pemimpin muslim yang satu ini, beliau dikenal di kalangan barat sebagai pembangkang namun dielu-elukan oleh kalangan muslim. Di balik sikapnya yang kontroversial beliau sangatlah sederhana kata - katanya yang terkenal adalah ketika beliau bercermin dan menasihati dirinya sendiri "Kamu hanyalah seorang pelayan dan di hadapanmu ada tanggung jawab besar melayani bangsa Iran". Rumahnya kecil, kediaman yang sama seperti saat beliau belum menjadi presiden, mobilnya pun mobil tua yang telah dilelang dan sekarang beliau lebih sering menggunakan kendaraan umum. Dia tidak pernah menerima gaji sebagai presiden, untuk menghidupinya hanyalah gaji bulanan sebagai dosen sebesar 250 USD / bulan.
Mahmoud Ahmadinejad
Rumahnya
Mobilnya
Menolak kamar VIP


Semoga kita dikaruniakan kebijaksanaan seperti Abu Bakar ra, keadilan seperti Umar ra, kepintaran seperti Ali ra, dan kesederhanaan seperti Ustman ra. Amiin

-Allahumma 'inni a'udzubika min fitnatin dunya-

ya Allah lindungilah aku dari dari fitnah dunia

Rabu, 28 September 2011

I Do

Random feeling bring me to this gif... :)

Sabtu, 13 Agustus 2011

Syamsul

Tatapan nya masih sama seperti tahun - tahun sebelumnya, langkahnya pun masih serupa, raut wajah belum banyak berubah, hanya saja arah dia menuju lain dari biasanya. Muadzin sudah mengumandangkan azan pertanda masuk waktu zuhur, aku sedikit mempercepat langkah menuju masjid di rumah orang tuaku adar tidak tertinggal waktu berjamaah. Saat itu aku berpapasan dengan Syamsul yang lebih tua dari orang tua ku. Dia menuju ke arah lain, biasanya dia mengikutiku dari belakang menuju mesjid yang sama.

Syamsul, seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya. Seorang tua yang sudah menjadi kakek dengan sedikit kerusakan mental. Dia kadang memandang dengan tatapan aneh, memaki - maki, berlari kencang tiba - tiba, dan berhenti pun tanpa pemberitahuan. Guratan wajahnya seperti bercerita bahwa dulu pada masanya dia sempat menjadi pemuda yang gagah dan tampan. Hidungnya mancung, tulang matanya dalam, rahangnya proporsional, hanya sekarang keriput dan janggut sudah menyamarkan kejayaannya.

Syamsul menurut gosipnya mengalami masalah serius dalam pekerjaannya, hingga dia berhenti bekerja dan menjadi gila seperti sekarang. Orang - orang bilang dia sudah lebih baik. Dahulu, dia sempat mengganggu tetangga dengan teriakannya dan lemparan batu kepada setiap orang yang melintas depan rumahnya. Sekarang emosinya sudah bisa ditahan, dia bahkan sudah bisa sholat, sholat berjamaah, dengan istiqomah.

Syamsul seorang yang sedikit gila, hampir tidak pernah meninggalkan ibadah sholat berjamaah di mesjid. Miris memang, menyaksikan banyak laki - laki sehat fisik dan mental justru memilih sholat di rumah atau bahkan meninggalkan sholat.

Walau bagaimanapun Syamsul tetaplah seseorang yang belum sehat mentalnya. Dia kadang menari di mesjid, mengeluarkan suara aneh, atau bergerak tidak sesuai dengan gerakan imam. Tingkah lakunya itu membuat dia kadang ditempatkan di luar barisan jamaah, hal ini dilakukan semata - mata demi kekhusyukan jamaah yang lain. Saat dia sholat, anak - anak tidak pernah berhenti mengganggunya dan terkadang orang tua pun menegurnya dengan nada suara tinggi, mereka masih saja tidak terima Syamsul yang sudah dipisahkan itu mengeluarkan suara yang aneh.

Syamsul memandangku, ucapan salamku dijawab olehnya. Aku tidak mengurangi kecepatan langkahku ke mesjid, dan aku bisa melihat dia tetap berjalan ke arah lain. Dia melangkahkan kakinya dengan pasti menuju masjid lain yang lebih jauh. Dia tetap ingin sholat tepat waktu dan berjamaah, walau jalannya tidak mudah, walau sarungnya kadang terinjak, walau panas menyengat otaknya yang belum sembuh benar dari penyakit mentalnya.




Jumat, 05 Agustus 2011

Zyrex onepad SP1113G


Baru sempat blogging lagiii....akhirnya bisa update juga, setidaknya biar gak cupu - cupu amat ni blog gak laku... Kira2 2 minggu lalu saya (akhirnya) membeli tablet juga, setelah test sana sini, sok - sok'an review di post sebelumnya, saya pun menjatuhkan pilihan saya kepada ZYREX ONEPAD SP1113G ..

nih dia penampakannya


Keliatan gak temen2 gambarnya?? "keliataaaan" (jawab temen2 serempak) mirip acara dora yah?

Well saya punya alasan kuat kenapa memilih tablet ini, walaupun sama samsung galaxy tab 7" cuma beda 700rb, tapi saya tetap memilih zyrex. kenapa? karena gembar gembor kalau zyrex ini 100% buatan Indonesia. Yup, kalau bukan kita yang menghargai karya anak bangsa, siapa lagi. Jangan seperti Presdir brand otomotif jepang yang menghina Mobnas Tawon di ajang IIMS 2011 lalu (mulai sok kritis) hehe

Tapi jujur, setelah dua minggu saya miliki gadget ini, saya tetap tidak berhenti mencari ulasannya, mencari aplikasi yg cocok, sampai baru 1 hari saya beli saya sempat kirim feedback ke Zyrex lewat Facebook, karena ketidak mengertian saya, dan... saya kecewa, setelah mengetahui ada device impor Advent Vega yang persis sekali spesifikasinya. Entahlah apa istilah dalam pasarnya, yang jelas sepertinya zyrex yang saya banggakan ini tidak sepenuhnya 100% bener - bener sungguh - sungguh sangat Indonesia asli medok sekali.

Kecewa juga sih, tapi gapapa berhubung zyrex ini masih tergolong baru dan jarang, agak susah referensinya, jadi saya gunakan keyword Advent Vega untuk mencari tahu aplikasi yang cocok untuk device saya. Dengan spesifikasi yg sama persis, saya sangat terbantu dengan informasi advent vega ini.

Zyrex dengan OS android froyo, memiliki resolusi 1024 x 600, prosesor NVidia Tegra, internal memory 512 MB, external upto 32GB. Prosesor tegra, sudah pasti sangat mumpuni untuk multimedia berat dan game High Definition. Tapi sayang, memori internal terlalu kecil, walaupun froyo mendukung pemindahan aplikasi ke SD card, tidak semua aplikasi mendukung fasilitas tersebut, alhasil aplikasi yg bisa disimpan terbatas. Memang prosesornya bekerja baik, namun sayang banyak game HD tidak bisa dimainkan di tablet ini, entah karena OS yg belum update atau resolusi yg tidak umum. Saya coba instal Spiderman HD dari gameloft, tapi aplikasi tidak bekerja, sedangkan GT Racing HD bekerja sangat baik tanpa lag sama sekali. Akhirnya saya mengumpulkan informasi game yg cocok dengan Advent Vega, ternyata benar, melalu referensi ini saya bisa mendapat game yang sempurna untuk tablet saya. Tidak ada lagi game yg tidak full screen karena perbedaan resolusi. Game - game yang sudah berhasil saya install sebagai berikut ; Angry Birds, GT Racing HD, Fruit Ninja, Guitar Hero, Ilusia, Superbom bom, the sims 3 (yang ini sedikit masalah di grafiknya), Paradise Island, Monster Madness, Age of Zombie, dan masih banyak lagiii.... (serius masih banyak banget, namun beberapa game tidak saya anjurkan untuk diinstal, karena hasil gameplay dan grafik tidak sempurna)

Selain untuk bermain game, tentu saja tablet dilengkapi dengan kebutuhan office saya, dengan documents to go baik free maupun premium, kemudian media player, browser yang mendukung HTML5 dan flash, serta aplikasi - aplikasi lain yang mempermudah mobilitas kita seperti Google Maps and Navigator. Singkatnya penilaian saya untuk device ini, 8 dari 10. Lumayanlah untuk anda yang belum mampu beli iPad dan menginginkan aplikasi yang gratis (iPad dengan iOS-nya lebih banyak aplikasi yang berbayar) tablet android Zyrex pantas jadi pilihan. Insya Allah tidak mengecewakan (ya walau sempet dibohongi dengan "produk asli Indonesia").

Last words, saya sangat kesulitan mencari review zyrex ini, mudah - mudahan dengan thread saya, pengguna zyrex lain bisa sedikit terbantu. Have a great android-ing day! ;)



Jumat, 08 Juli 2011

Tablet Review


Hello Maya world!

Sudah cukup lama tidak menyentuh blog yang sudah dijalari lumut dan sarang laba2...heheh (swear God its crunchy)

Anyway..kesibukan yang mencekik kehidupan sosial saya sepertinya mendorong saya untuk mencari hiburan, dan biasanya saya mulai menyusuri (berselancar tepatnya) dunia maya. Kebutuhan akan hiburan baik internet dan multimedia juga membangkitkan rasa penasaran saya terhadap tablet yang katanya 2011 ini adalah tahunnya tablet.

Well tablet yang dihadirkan pada pasar persaingan sempurna tentu saja menawarkan banyak pilihan dari berbagai merk, seri, tipe, ukuran, dan segala keunggulan yang dipromosikan. Sebut saja iPad yang menjadi pionir pasar tablet, Hewlett packard yang menjadi raja dalam perangkat keras komputer, playbook blackberry, galaxy tab dengan android, dan berbagai macam pilihan yang lain.

Dibandingkan notebook dengan harga yang sama, spesifikasi tablet jauh lebih rendah. Jadi jika anda membutuhkan gadget untuk membantu pekerjaan anda menulis, multitasking, beserta kapasitas memori yang besar, tablet bukanlah pilihan. Tablet lebih kepada gaya hidup dan kebutuhan akan email, internet, dan multimedia yang selalu ada di tangan dimanapun anda berada. Dibandingkan smartphone, tablet lebih memanjakan mata anda dengan layar yang lebih luas, anda bisa juga membaca laporan keuangan lewat email dengan akurasi lebih baik.

Tanggal 16 Juli tahun ini blackberry akan merilis tabletnya di Indonesia, kabarnya playbook memiliki spesifikasi hardware jauh lebih baik daripada iPad. Prosesor lebih mumpuni, memori lebih baik, OS dengan QNX yang katanya lebih ringan dan canggih (saya sebagai seorang lulusan manajemen ekonomi agak awam dengan hal ini), dan mendukung flash yang menyindir iPad yang tanpa kemampuan flash kecuali di-Jailbreak.
Namun untuk anda yang sudah memiliki smartphone blackberry, membeli playbook lebih seperti pemborosan. BlackBerry Messenger yang bisa dibridge, fitur2 office yang serupa smartphone, kemudian browser dengan kemampuan serupa, dan fitur2 lainnya yang mirip. Playbook lebih seperti smartphone BB dengan ukuran besar, dan saya bisa mengatakan ini untuk iPad kepada anda yang sudah memiliki iPhone, atau Galaxy Tab kepada anda yang memiliki samsung Galaxy ace (maaf ya kalo saya sok tau :p). Playbook seperti namanya lebih unggul dalam game, kemampuan flashnya membuat game seperti need for speed sangat lancar dimainkan, kemudian kemampuannya memainkan film resolusi tinggi walau dalam hal ini iPad dan Samsung memiliki kemampuan serupa, bahkan galaxy tab lebih baik untuk resolusi hingga 1080p. Galaxy Tab juga memiliki koneksi yang dapat diandalkan baik WIFI,HSDPA,dan bluetooth. Untuk kemampuan telephone dan sms,galaxy Tab lah yang mampu. Tapi,apakah mungkin orang memilih menempelkan gadget 7 inci disamping telinga untuk mengobrol?


Apapun pilihan anda untuk sebuah tablet, harga juga pantas menjadi pertimbangan. Playbook dengan memori 16GB, dibanderol lebih murah daripada iPad dan Galaxy tab, yakni dibawah 5juta rupiah. Ketiga gadget ini memiliki sistem operasi yang berbeda, mungkin anda fanatik kepada salah satunya, tidak ada salahnya disesuaikan dengan apa yang menjadi hasrat anda.

Selain ketiga nama diatas yang sudah tenar, masih ada pilihan lain yang pantas untuk menemani kebutuhan anda ketika mobile atau sekedar gaya hidup. Ada Archos 70 8GB produk prancis yang dibandrol dibawah 3juta rupiah dengan spesifikasi yang baik juga, teknologinya tidak kalah dengan tablet2 android yang lebih mahal. Atau HP Slate? Raja Hardware Komputer yang pantas juga disandingkan dengan DELL Streak tablet terkecil yang hanya 5 inchi, Serta jangan lupakan produk dalam negeri Zyrex OnePad yang diklaim memiliki spesifikasi lebih baik dari iPad dengan NVidia Tegranya, dan 100% buatan INDONESIA! :D oia, kemarin juga saya sempat coba gunakan Axioo PicoPad 7" mereka bilang Axioo juga asli indonesia, pabriknya di Surabaya. Sayang dengan kemampuan prosesornya yang hanya 600Mhz dia dibanderol terlalu mahal, yaitu 3,5jt rupiah. Bandingkan dengan Zyrex atau Archos yang seharga sama bahkan lebih murah dengan rata prosesor dan memori lebih besar. Tapi,Axioo disini bisa menggunakan koneksi GSM dan GPRS selain WIFI,jadi bagi anda yang mau menelepon dengan tablet,axioo pantas dibawa pulang.

Sekarang pilihan di tangan anda (dan saya yang ingin sekali salah satu dari mereka saya bawa pulang :p) baik kebutuhan atau fanatisme anda tidak pernah dikatakan salah memilih. Yang salah adalah jika anda memaksakan membeli tablet tapi tidak bisa makan seminggu. Hehe

Note : Uraian di atas hanyalah opini setelah membaca berbagai artikel dan mencoba gadgetnya langsung.


Powered by my WikiBerry®

Selasa, 14 Juni 2011

Take my hand just to give it back


"I live on raw emotion baby,I answer question never maybe"

Tahun 2011 adalah tahun penuh perpisahan, tahun dimana banyak hal yang pergi, terganti, hilang, dan tertunda. Bukan suatu definisi general, tapi hanya berupa anggapan yang mempunyai dasar yg dapat dipertanggungjawabkan.

Di tahun ini saya meninggalkan kampus penuh kenangan, berganti status dari seorang mahasiswa menjadi seorang alumnus, menambah gelar dibelakang nama yg menurut saya tidak lebih hebat daripada gelar dagangan, hilang dari peredaran kampus, berpisah dengan kawan2, dan berpisah dari segala hal yang membuat saya masih merasa seorang pemuda.

Tahun ini juga atasan saya mengundurkan diri, tahun ini juga dua bawahan saya mengundurkan diri, tahun ini juga saya kehilangan teman karena masalah tuntutan hak yang tidak pernah seimbang dengan kewajiban,

Tahun ini juga,saya kehilangan kepercayaan...

Saya hanya berharap, tahun ini dan kedepannya tidak kehilangan kesetiaan. Serius, saya menegadahkan tangan saya untuk hal ini. Saya pemuda berumur 23 tahun, bukan 17 tahun, bukan sebuah motivasi atau retorika,tapi ini adalah doa.

Kesetiaan buat saya pembuktian, saya hanya bisa percaya, keyakinan saya akan kesetian yang hakiki hanya kepada Allah Yang menjadikan saya tumbuh dari zat lembek menjadi manusia keras kepala. Tuhanku tidak pernah henti - hentinya menegur saya, membuat saya mengerti guna sajadah yang bisa menyejukan dada saya yang membara, membekukan air mata yang meleleh.

Lalu disana masih ada gitar dan pensil yang setia menjadi penyegar inspirasi saya di tengah rutinitas yang membuat pikiran kusut dan alis mengkerut. Saya seringkali mengkhianati mereka, kesal dengan nada sumbang atau goresan yang terlalu tebal dan kasar,namun mereka tidak pernah pergi,sama sekali tidak.
Tetap berbunyi harmonis dan memberikan keindahan warna dan bayangan.

--- --- ---

Aku tidak (atau mungkin belum?) Kehilangan dirimu, tapi setidaknya aku tahu keyakinan mu hilang. Bukan itu bukan ke-ego-an,itu hanya suatu kesempatan dirimu mengaktualisaskan diri atas fase sebelumnya yang sudah kamu selesaikan sebagai seorang penuntut ilmu.

Itu dirimu dengan hak dan kesempatanmu,ini diriku dengan rangkaian kalimatku yang mudah - mudahan tidak menggoyahkan pendirian dan kasih sayangmu. Aku berlebihan mungkin, ya karena air perasaan ini sudah meluberi mangkuk tempatnya menggenang.

Kalian pasti tahu,aku mengagumi Alm. Chrisye, tapi aku harap satu lagunya tidak akan menjadi lagu pengiring drama kehidupanku.

"Pergilah kasih, kejarlah keinginanmu selagi masih ada waktu, jangan hiraukan diriku. Aku rela berpisah demi untuk dirimu, semoga tercapai segala keingananmu" Chrisye - Pergilah kasih
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Senin, 13 Juni 2011

Soon I'm gonna wake up


"This is just a nightmare, soon I'm gonna wake up"


Just an ordinary lyrics for a good song ever I assume. Well my plans are ruined since the time the option has been chosen, but still the mistake is mine,yes mine. I can't convince anyone, I can't or I can't yet only time will answer.

People call this idealistic, I call this believe in miracle.. Guys, don't be so realistic,because faith was created after logic was assumed failed.

Despite anything I've mentioned,still love makes anything possible. Because the purest faith is when you bring love to your creator.

-love you, as always-
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 08 Maret 2011

Grow old with You


This probably a lil bit girly...dreaming what ordinary girl are dreaming...

Well, mungkin kebanyakan orang beranggapan bahwa laki - laki cenderung senantiasa bersikap logis daripada menggunakan perasaannya, ini tidak salah, tidak juga sepenuhnya benar. Dalam beberapa hal laki - laki yang tentu saja memiliki seonggok daging yang disebut jantung dan sebuah benda abstrak bernama nurani bisa menempatkan perasaan menjadi prioritas.

...

This is not just a dream, seperti rezeki yang dapat diusahakan begitu juga pendamping hidup... I dont tell I wish or I hope...but I'd Struggle...to make you be the partner of my living life, until our skin getting wrinkled, until my belly getting fat and loose, until my glasses getting thicker, until my legs geting weaker, and until the day that one of our soul been taken and then we meet again in another place, another time, start an immortal romantic story together..

...

"I dont care how many angels would accompany me in heaven, as long as you stick around to me"

Jumat, 11 Februari 2011

What Lost in Life



"This job slowly kills me, bruises that wont heal" - radiohead "No Suprises"

No no no.. stop mengeluh! itu hanyalah petikan lagu tentang bagaimana seseorang yang sedikit tertekan dengan rutinitas yang melandanya. Saya? sedikit memar otak mungkin..hehe. Sudah empat tahun lebih ini saya tidak mengenal yang namanya hari minggu. Sebetulnya yang paling membuat pusing adalah saat pulang kerja, sesampainya di rumah badan lelah tetapi enggan tidur. Karena tidur hanya membuat waktu lebih cepat untuk berangkat bekerja esok paginya.

Rutinitas yang mencekik leher sementara ini tidaklah terlalu buruk, setidaknya itu masih menjadi satu - satunya jalan untuk survive di tempat fana ini. Tapi masalahnya adalah rasa rindu yang melanda kepada orang - orang yang saya rindukan. Semua orang yang pernah saya kenal, semuanya, tanpa terkecuali.

Buruk rasanya jika hanya bisa berkumpul dengan ayah dan ibumu saat kau menjelang tidur dan bangun tidur, bertemu dengan tetanggamu seminggu sekali, dengan kawan dekatmu sebulan sekali, bahkan setahun sekali bertemu dengan sepupumu saat hari raya!

Saya pernah memiliki guru agama, beliau mengajarkan saya dari mulai akhlak hingga masalah hadits sebagai pemecahan masalah. Saat sedang polos - polosnya saya pernah bertanya padanya, "pak ustad. Al Quran kan diciptakan sebelum manusia diciptakan, berarti Firaun dan Abu Jahal sudah ditakdirkan sebagai penjahat donk?". Begini jawaban beliau dengan melampirkan senyum dan tutur kata halus, "Allah selalu serahkan keputusan ya atau tidak kepada hambanya. Ibarat kalkulator, Allah sudah tetapkan bahwa 2 x 2 = 4, 2 x 3 = 6, tapi tetap kita yang memiliki keputusan untuk menekan tombol pada kalkulator. Lagipula Dika, Allah ciptakan akal kita untuk hal hal yang kongkrit, beberapa hal tidak logis hanya untuk menguji kesetiaan kita sebagai hambanya. Akal manusia tidak bisa mencapai bagaimana singgasana Allah dan sistematika Dia mengatur makhluknya, karena itu ada Agama, pedoman kita di atas akal agar tetap di jalan yang lurus". Beliau akhiri kalimatnya dengan senyum. Saya hanya bisa mengangguk hari itu kemudian mengerti hari ini.

Beliau dipanggil Allah SWT pada tanggal 10 Februari 2011, meninggalkan satu istri dan empat anaknya di Indonesia serta satu anak yang paling tua di Mesir. Saya sangat mengagumi ilmunya, tawanya, dan ketegasannya yang benar - benar khas seorang pemuka agama. Bagaimana ramahnya beliau saat ucapkan salam dan menjabat tangan saya saat kami sama - sama berjalan ke mesjid untuk sholat shubuh juga marahnya yang hanya diam jika saya melakukan ibadah tidak seharusnya. Allah telah panggil beliau, seorang yang menghambakan diri untuk Tuhannya. Bahkan karena kesibukan saya untuk dunia, saya tidak bisa melihat wajah teduhnya sebelum dimakamkan. Saat dimana saya sudah mulai kesulitan bangun subuh untuk bisa bertemu di Masjid tempat kami biasa bertemu, saat saya sudah mulai tidak menyempatkan waktu belajar kepadanya untuk beberapa hal agama yang beliau kuasai, saat dimana saya sudah lupa dengan beliau, beliau pergi untuk selamanya dan berita akan kepergiannya lah yang mengingatkan saya kembali.

Sungguh satu hal yang saya rindukan, sebuah silaturahim kepada tiap - tiap manusia yang saya kenal, bahkan mungkin yang tidak saya kenal. Satu hal yang sederhana namun menebarkan cinta kasih, ramah tamah, keakraban, rezeki, kebaikan, dan memanjangkan umur. Satu hal, yang diberikan Tuhan kepada hambaNya untuk mengobati kesepian.

"most people commit suicide when they live their life and problems alone"

Rabu, 09 Februari 2011

Blast From The Past


Sedikit membuka cerita lama tentang hidup saya. Sekarang ini saya bisa tersenyum sembari menggerakan jari di atas papan kunci komputer, dulu rasa sakit akan cerita ini bisa membuat saya termenung melamun tanpa makan seharian. hehe.

Seorang wanita mengirimkan SMS bernuansa patah hati. Saya masih ingat nomor teleponnya walau kontaknya tidak saya simpan di ponsel saya. Saya baca sampai habis, tapi tidak saya balas. Saya pikir itu cuma emosi dia yang entah sampai kapan dia bisa tahan. Saya tidak percaya dengan perkataan orang tentang cinta, apalagi dari seorang yang tidak ada hubungan kekerabatan dan sudah jarang sekali bertegur sapa dengan saya.

Dulu saya dianggap seorang yang over protective kepada pacar saya . Pacar saya pada saat itu (baca : mantan pacar) terpaksa harus kerja di luar kota, otomatis keadaan kita menjadi LDR (Long Distance Relationship). Awalnya dia masih rutin menghubungi saya, seminggu, dua minggu, tiga minggu, dan di minggu ke empat dia sudah jarang sekali SMS. Saya yang hanya menanyakan keadaannya dan memintanya mengabari jika dia terpaksa pulang atau berangkat kerja awal waktu dianggapnya terlalu mengatur. Sampai pada suatu saat kami bertengkar, dan dia meminta putus. Dapat dikatakan hati saya hancur saat itu, dunia terasa sempit, langit runtuh, dan saya kehilangan semangat. Namun saya dan dia masih berhubungan, saya masih rela mengantar - jemputnya ke luar kota dengan kendaraan umum dan kereta antar kota. Saya masih berharap banyak kepadanya, perasaan saya masih penuh terhadap dirinya, walaupun saya harus rela merasakan sesak di dada mengetahui dia dekat dengan laki - laki lain dan menghabiskan waktu dengan laki - laki lain di kota sana, dan meminta saya menjemputnya setiba dirinya di kota ini.

Saat itu tengah malam, saat dimana saya menyadari bahwa dia sudah resmi memiliki laki - laki lain sebagai pacarnya. Satu hal yang dapat membuat saya bertahan adalah karena kalimatnya ini "saya ingin fokus belajar daripada pacaran". Saya pikir masih ada harapan untuk saya bisa kembali bersamanya. Namun, saat mengetahui dia sudah memiliki laki - laki lain, semua kata - kata dia kepada saya, saya anggap omong kosong. Malam itu seperti sebuah titik klimaks yang menggugurkan kesedihan - kesedihan saya. Diri saya sejak itu sepenuhnya milik saya. Saya banyak menghabiskan waktu untuk kuliah dan mencari penghasilan kesana kemari. Saya sudah bisa secara penuh melupakan masa lalu saya. Keluarga yang tulus mengasihi saya dan pekerjaan saya sudah cukup mengambil perhatian saya. Singkat kata, patah hati pada episode itu selesai sudah.

Sudah dua tahun berlalu, mantan saya sudah dua kali pula gonta - ganti pacar. Saya masih ingat waktu itu seorang laki - laki yang mengaku mantannya (pacarnya yang pertama setelah putus dengan saya) mengirimi saya pesan pribadi seperti ini "ternyata si **** tuh brengsek, gw rela berpisah sama dia karena dia bilang cinta sama lu, nyatanya?! dia malah jadian sama cowok laen. emang brengsek tuh cewek" Saya tanggapi pesan dia dengan kata - kata menenangkan sekedarnya, mencoba memberi ketegaran kepada seseorang yang pernah merebut wanita yang pernah saya kasihi. Tak lama kemudian dia membalas, "makasih ya sob, ternyata lu orang baik". Dada ini rasanya sejuk sekali, ada tanggapan positif dari dia. Tak ada hal yang lebih indah selain bertambah teman, dan kesempitan dunia tercipta hanya jika kita memiliki musuh.

Selama dua tahun pula mantan saya yang pernah meninggalkan saya kembali berusaha mendekati saya. Saya ingat dua kalimat pertanyaan dia saat saya sudah secara penuh melupakan dia. pertama dia bertanya kira - kira seperti ini "masih adakah kesempatan untuk diriku kembali bersamamu?" tentu saja saya jawab "tidak". Kedua kali dia bertanya, "kak, (panggilannya kepadaku saat itu) kalau masih ada aku sedikit saja di hati kakak, beri aku lagi kesempatan" Jawaban saya saat itu "tidak ada".

SMS semalam yang berisi pujian kepada saya tidak saya gubris. Saya sudah mempersiapkan diri saya untuk hal yang lebih kongkrit, bermanfaat, dan tidak sia - sia. Toh saya menyadari, wanita yang sudah saya temukan sekarang adalah pantas untuk mendampingi saya. Saya sudah menaruh harapan kepada dirinya, sang wanita baru. Nama yang baru yang saya sebut dalam doa kepada Sang Maha Mendengar. Kawan saya disana, yang mengirimi pujian kepada saya. Ketahuilah, perasaan dan kepercayaan seperti kertas, sekali dia kusut, tidak akan pernah bisa kembali seperti semula. Belajarlah berpikir daripada mengandalkan emosi. Perasaan yang kamu punya, dimiliki juga oleh orang lain. Saya, hanya berusaha diingat sebagai seorang yang baik, hingga kamu dan saya tak sanggup lagi mengingat...sedikitpun..apapun.

"If a person died, nothing left in this world from him except - his virtue"

Selasa, 08 Februari 2011

Words And Symphony

"Dear Inspiration, yes I can't just wait you to come, but please dont hide if I tried to chase you up"

Beberapa penulis lagu atau musisi lainnya beranggapan bahwa umumnya lagu yang bagus dan menyentuh dilahirkan dari dua peristiwa, pertama : Sakit hati, Kedua : Selingkuh. Percaya atau tidak begitulah fenomena yang terjadi sekarang, misalnya lagu Ungu "Demi Waktu" yang booming berkisah tentang selingkuh, Lagu d'Massive "Cinta ini Membunuhku" berkisah tentang patah hati. Masih banyak lagu2 lainnya yang terkenal di kuping musisi, penikmat musik, dan orang awam berkenaan dengan dua masalah di atas. Karena itulah beberapa wanita berpikir, "jangan mencari pendamping seorang penulis lagu, jika bukan karena patah hati mereka harus selingkuh untuk berkarya" haha. Gak sepenuhnya begitu lho.

Well yang jelas umumnya lagu itu diciptakan dengan gejolak perasaan. Entah itu sedih, gembira, marah, kesal, dendam, dan lain - lain yang berbicara tentang emosi. Sulit menghasilkan lagu jika diciptakan hanya dengan perhitungan notasi, matematika (jika bisa), dan atau kalkulasi (jika bisa juga :p) untuk menghasilkan sebuah lagu yang katanya mempunyai "jiwa". Karena percayalah, sebuah hal yang dihasilkan oleh suara dari mulut dapat didengar oleh telinga, dari otak sampai di pikiran, dari hati ya sampai ke hati. Sepertinya mustahil, tidak. Bagaimana perasaan anda saat mendengar lagu Eric Clapton "tears in heaven" merinding? Lagu itu beliau ciptakan untuk mendiang anaknya. Tentu saja, getar hati seorang ayah sampai kepada hati pendengarnya.

Sekalipun hati berperan untuk menghasilkan sebuah karya seni, tuntutan otak, tangan, mata, mulut, telinga untuk bekerja haruslah ada. Tidak mungkin saat anda merasa jatuh cinta, dengan hanya diam dan tersenyum bisa menghasilkan sebuah lagu. Lagu, musik, dan nada adalah sebuah karya seni, bukan aliran kebatinan yang bisa sampai tanpa melakukan usaha.

Hal yang umumnya saya lakukan dalam menciptakan sebuah lagu adalah dengan inspirasi. Biasanya saat hidup kita dalam kedaan steady, monoton, stabil, sulit untuk menghasilkan sebuah karya karena tidak ada gejolak emosi yang mendorong kita menghasilkan sesuatu yang indah. Tapi, tidak pernah ada jalan buntu untuk menghasilkan sesuatu yang apalagi sudah menjadi hobby. Percayalah, bahkan emosi pun bisa dibuat, walau hanya sesaat. Pernahkah anda menangis saat menyaksikan film drama? itulah gejolak emosi temporer anda. Tahu Lagu Michael Heart "We will not go down" ? lagu yang dia ciptakan setelah melihat keadaan di Gaza. Atau lagu "They Dont care about us"-nya Michael Jackson. Semua terjadi karena gejolak perasaan sementara setelah menyaksikan sesuatu. Singkat kata, jangan menciptakan lagu hanya tentang cerita diri sendiri (curhat), anda bisa mati inspirasi jika hidup anda tidak terlalu dramatis. hehe.

Tontonlah film yang kira2 memberi anda gejolak perasaan yang baru. Saya pernah menciptakan sebuah lagu tentang kedermawanan hanya karena melihat film drama tentang seorang anak kecil yang berjuang untuk bertahan hidup. Hmm, jadi ingat "si Budi kecil" karya Bang Iwan. Sudah mendapat perasaannya, tentukan tema lagunya, jangan dulu judulnya. Yang penting liriknya kuat dan notasinya. Cari inspirasi dari banyak lagu dalam maupun luar negeri, setidaknya anda sudah tau akan seperti apa aransemen lagu anda kedepannya.

Kesalahan beberapa musisi adalah kadang lagu lebih terkesan plagiat daripada terinspirasi. Sedikit tips dari saya agar terhindar dari plagiarisme. Pertama, pastikan nada kunci / grip yang anda buat adalah karangan sendiri. Beberapa orang membuat lirik terlebih dahulu, ini sah - sah saja dilakukan, namun saya sendiri biasanya lebih dulu menentukan nada kunci. Jika tidak bisa, dapat juga mengambil beberapa nada kunci dari lagu yang sudah ada, tapi ingat BEBERAPA, bukan keseluruhan nada, bisa - bisa anda terjebak plagiarisme jika meniru keseluruhan. Kedua, Ketika kunci sudah ditentukan, anda pilih lirik lagu yang kira - kira sesuai dengan karakter lagu yang anda inginkan, kemudian nyanyikan lirik tersebut dengan kunci yang baru. Biasanya dengan tehnik ini akan tercipta sebuah nada baru yang lebih mudah diingat, dibanding anda meraba - raba dengan bersenandung "na na na". Ketiga, pastikan nada baru yang didapat anda rekam. Keempat, setelah ditemukan paten nada yang tetap, ganti liriknya dengan lirik baru yang anda dapat melalui imajinasi otak anda beserta gejolak emosi yang sedang anda rasakan. Sisanya, tinggal aransemen sesuai keinginan anda. Menciptakan lagu tidak harus selalu komersil, yang penting anda menikmatinya dan ada orang yang mengapresiasi. Seperti halnya melukis, kadang harus juga menggunakan imajinasi daripada selalu menggambar foto atau potret. Hasil lukisan yang dibuat pun tidak harus selalu dijual kan?

Membuat lagu itu mudah, asal anda tau syaratnya yaitu ; pertama, mengerti nada, baik bisa menyanyi atau tidak, dan kedua bisa memainkan minimal satu instrumen musik. Well, ciptakan nada sendiri, tenggelam dalam imajinasi dan dunia yang anda buat sendiri. Siapa tau memotivasi hidup anda dan mengontrol emosi anda. :)

"When you get music and words together, that can be a very powerful thing" - Bryan Ferry

Rabu, 02 Februari 2011

What Could Feed Your Heart




Selangkah lagi menuju ke sebuah segmen kehidupan yang baru, yaitu sarjana. Tinggal menunggu waktu, jika tidak ada halangan usaha untuk belajar menghadapi selaput terakhir jenjang pendidikan S1 ini tidaklah menjadi sia - sia. Setidaknya, Ekonomi, sebagai suatu mata pelajaran yang gw senangi bisa diselesaikan sesuai dengan harapan diri gw dan orang tua. Setidaknya perjalanan 4 tahun lebih bergerak dari rumah-kampus-kantor-rumah bukanlah menjadi kegiatan yang tiada artinya.

Manusia, dengan segala keterbatasannya, tidak disalahkan bermimpi, bercita -cita. Begitupun gw, sebagai seorang calon sarjana, mimpi gw lebih dari itu, tapi ya namanya manusia yang penuh dengan keterbatasan.

Gw lahir bisa dibilang dari darah daging seorang seniman. Kakek gw pernah menjadi seorang penulis, ahli sastra sunda dan belanda pada zamannya. Ayah gw seorang pelukis dan penyanyi. Dan gw, hobi melukis dan menyanyi juga. Gw gak bilang gw hebat dalam hal itu, terkadang seorang yang mendalami sesuatu secara otodidak dan sporadis (ini dilakoni itu dilakoni) tidaklah menjadi total dalam suatu hal. Seperti gw yang bisa menggambar yah segitunya, bisa menyanyi ya segitunya, bisa maen gitar ya segitunya, dan bisa maen piano ya segitunya (sangat buruk sekali tepatnya).

Harusnya masuk ke IKJ bukan? kenapa juga harus Fakultas Ekonomi? Entah apakah ada orang lain yang berpikir sama, kalau hidup jika ingin survive harus menyiapkan banyak senjata. Ada senapan, panah, pisau, dan tali. Seperti gw yang punya hobi di seni ini, belajar manajemen, dan sempat bekerja sebagai akuntan. Beberapa orang berkata bahwa hal seperti itu terlalu bersifat ambisius, mungkin, bisa jadi. Perkataan seorang ibu mengingatkan gw seperti apa yang Robin Sharma pernah bilang "bekerjalah dalam suatu bidang dimana orang menganggapmu brillian".

Kesibukan mengurus skripsi dan ujian komprehensif beserta pekerjaan di atas meja kantor yang tidak pernah habis menyingkirkan kesempatan gw mengasah kemampuan bermusik gw. Pernah beberapa orang memuji lagu yang gw ciptakan, bagus, easy listening, berkelas, dan bla bla lainnya, bahkan beberapa orang pernah menawarkan untuk memberi modal latihan dan rekaman untuk bisa dijual dalam format Ring Back Tone. Tapi semua itu hanyalah angin semu, kesibukan semua personil memupuskan itu semua. Seseorang yang pernah menawarkan modal itu akhirnya berkata "uangnya sudah saya gunakan untuk band "anu" yang udah siap tampil" oh gosh I miss my guitar.

Lebay memang, bukan hanya saya sendiri yang memiliki mimpi seperti ini, dan saya percaya, tidak ada mimpi seseorang yang picisan. Bahkan ada yang berharap (hanya) menjadi seorang tukang sapu jalan raya karena idealisme-nya menciptakan lingkungan yang bersih. Bukan harta memang, tapi ada hal abstrak yang sulit diraih. Saya bisa dapatkan dengan usaha sungguh2 apa yang saya ingin atau butuhkan. Itulah kekuatan uang. Tapi sepertinya ada hal yang masih membuat gundah, dan hanya gitar, pensil, (dan skateboard) yang bisa memberi saya ketenangan. Dear God, you know even better if money can't buy happiness.

(Number printed on money shows amount of gold, not amount of happiness)