Sabtu, 12 November 2011

Sederhana itu...

Manusia dalam hidupnya tidak terpisah dengan yang namanya impian dan cita - cita. Lingkungan, Pendidikan, dan Karakter yang membentuk impian seseorang. Hmm, anyway saya sendiri sebagai seorang manusia (alhamdulillah yah masih tergolong manusia) memiliki impian, baik itu mimpi soal pekerjaan, finansial, tempat tinggal, dan kendaraan. Tempat tinggal dan kendaraan sangat menarik untuk disimak, bagaimana zaman sekarang kendaraan bukan hanya sekedar kebutuhan untuk mobilisasi, tapi juga sebuah wadah saling gengsi dan pamer. Honestly, apa betul sih sebuah kendaraan sport atau dengan TV mewah adalah sebuah kebutuhan? well saya pribadi sih menganggap kebutuhan untuk sebuah kendaraan adalah ada tempat duduk, ada setir, ada pedal gas dan rem, dan bisa berjalan pastinya, sisanya? keinginan. Begitupun dengan rumah, asal beratap dan memuat anggota keluarga, apalagi sebetulnya yang menjadi kebutuhan primer?

Keinginan bukanlah suatu kesalahan bukan? sah - sah saja seseorang ingin menghabiskan milyaran untuk rumah megah ataupun mobil super mewah dan cepat. Jujur saya pun memiliki keinginan untuk itu, ingin sekali rasanya memiliki mobil sport mahal, exclusive, dan sanggup berlari kencang. Well, pasti nambah ganteng bukan? (ganteng knalpot) :D

Tapi kadang sisi kemanusiaan saya tersentuh. Memang sebagai seorang manusia saya harus kaya secara finansial, tanggung jawab sebagai seorang laki - laki yang harus bisa membahagiakan keluarganya. Tapi bagaimana dengan hati saya? baiknya diperkaya kah dengan kesederhanaan dan kedermawanan? Tapi, bukan sebuah pelanggaran kan membeli mobil sport mewah miliaran dengan uang yang dicari sendiri secara halal? Uang bukan hasil mencuri dan mobil pun bukan hasil mencuri? Okay.. now look. Indonesia adalah Negara yang berkembang atah bahkan beberapa pihak mengatakan miskin, tapi hey bagaimana bisa Negara miskin memiliki sebuah Komunitas Mobil Porsche yang beranggota ratusan? bagaimana bisa Negara miskin memiliki banyak kapal pesiar mewah milik pribadi mengapung di pelabuhan? We are rich my friend! yes we are! but wait, bagaimana bisa jika kita memang kaya masih banyak orang yang tindak sanggup sekolah? masih ada orang yang sarapan dan malam tidak makan malam? atau orang sama sekali tidak makan? atau orang yang menjadikan langit sebagai atapnya dan bumi sebagai alas tidurnya?

Disparitas tinggi, yah itulah yang terjadi, kita tidak kaya tidak juga miskin. Hanya saja GAP yang tercipta antara si kaya dan si miskin terlalu besar. Mereka tidak salah, baik si kaya dan si miskin tidak salah. Saya disini hanya mengemukakan apa yang telah menjadi ego saya dan kemanusiaan yang saya sangat ingin genggam. Ketika keinginan saya memiliki mobil sport, hanya seperti sebuah dendam dengan apa yang sebelumnya tidak bisa saya raih, hanya sebuah deskripsi lain dari perkataan "who is laughing now?" Ketika saya yang bukan seseorang super kaya atau bahkan belum menjadi kaya memiliki keinginan seperti itu, saya malu dengan orang - orang yang telah memiliki predikat sehat secara finansial namun sisi kemanusiaan mereka telah mendorong mereka jadi lebih sederhana.

Warren Buffet
Siapa tak kenal Mr Buffet? orang kaya ini memiliki maskapai Berkshire Hathaway dan ahli dalam saham dan perdagangan. Keahliannya ini telah membuat dia memiliki kekayaan sebanyak 46 Milliar USD! Itu adalah kekayaan dia setelah setengah dari yang dia punya disumbangkan kepada Yayasan Bill Gates untuk kemanusiaan. Sisi kemanusiaan dia tidak sampai situ, karena jangan bayangkan dia memiliki rumah megah seperti orang - orang kaya Indonesia di Pantai Indah Kapuk atau Pondok Indah. Dia memiliki rumah dua lantai yang tidak lebih luas dari 200M persegi dan tanpa security. Dia tidak memiliki supir pribadi, selalu menyetir sendiri, dan anak - anaknya dididik untuk menggunakan angkutan umum.

Ingvar Kamprad
Siapa Ingvar Kamprad? dia adalah seorang pengusaha Furniture yang memiliki kekayaan sebesar 23 Miliar USD dan pernah menjadi orang terkaya nomor 6 di Dunia pada tahun 2005 (Forbes). Dia punya Buggati Veyron? tidak, yang dia punya hanyalah sebuah Volvo tua peninggalan ayahnya yang dia kendarai sendiri.
Nik Aziz Nik Mat
Banyak yang tidak tahu mungkin tokoh muslim yang satu ini. Beliau adalah seorang Menteri Besar bagian Kelantan Malaysia (Gubernur Provinsi jika di Indonesia). Namun dengan jabatannya itu beliau menolak untuk menempati rumah dinas yang mewah.
Nik Aziz
Rumah Nik Aziz

Mahmoud Ahmadinejad
Siapa yang tidak kenal pemimpin muslim yang satu ini, beliau dikenal di kalangan barat sebagai pembangkang namun dielu-elukan oleh kalangan muslim. Di balik sikapnya yang kontroversial beliau sangatlah sederhana kata - katanya yang terkenal adalah ketika beliau bercermin dan menasihati dirinya sendiri "Kamu hanyalah seorang pelayan dan di hadapanmu ada tanggung jawab besar melayani bangsa Iran". Rumahnya kecil, kediaman yang sama seperti saat beliau belum menjadi presiden, mobilnya pun mobil tua yang telah dilelang dan sekarang beliau lebih sering menggunakan kendaraan umum. Dia tidak pernah menerima gaji sebagai presiden, untuk menghidupinya hanyalah gaji bulanan sebagai dosen sebesar 250 USD / bulan.
Mahmoud Ahmadinejad
Rumahnya
Mobilnya
Menolak kamar VIP


Semoga kita dikaruniakan kebijaksanaan seperti Abu Bakar ra, keadilan seperti Umar ra, kepintaran seperti Ali ra, dan kesederhanaan seperti Ustman ra. Amiin

-Allahumma 'inni a'udzubika min fitnatin dunya-

ya Allah lindungilah aku dari dari fitnah dunia