Rabu, 18 Desember 2013

Good Morning

What a blessing morning, say it so because it is. Pagi selalu punya maksud agar setiap penjelejahnya bisa melihat karunia untuk tetap bahagia hingga matahari terbenam dan manusia kembali beristirahat dalam tidurnya.

Kita biasanya bilang, "gada yang spesial dengan hari ini" namun tidak dengan semesta, yang setiap harinya selalu dibuat istimewa namun kita penghuninya kadang enggan membuka mata melihat keistimewaannya. Dimulai dengan pagi yang lebih bersemangat karena bangun lebih awal, saya dan istri bersegera menyiapkan diri untuk bekerja setelah sebelumnya menyelesaikan laporan kepada Allah Sang Kuasa. Sambil menikmati sarapan saya memberhatikan hamster milik ipar yang bulak - balik dalam kandangnya seperti tidak "kerasan" gak betah kalo kata orang sini bilang. Sepasang hamster itu bergerak kesana kemari, memanjat ke atas kemudian jatuh lagi, hingga akhirnya salah satu dari hamster tersebut "si jantan" saya perhatikan berhenti pada suatu tempat tanpa kemana - mana lagi. Awalnya saya pikir memang dia sedang main atau sekedar iseng disitu, tapi setelah dalam waktu yang lama dia berdecit tanpa berpindah tempat, saya baru menyadari kalo hamster itu tersengkut kaki belakangnya.

Kasian kakinya nyangkut


Singkat cerita saya dan istri berinisiatif untuk langsung menyelamatkannya, saya pakai sarung tangan yang biasa digunakan ipar untuk bisa membantu hewan tersebut. Agak khawatir karena si betina bisa saja keluar saat saya masukkan tangan. Agak sulit juga membantu si jantan karena dia sepertinya stress dan khawatir, karena berdecit dengan keras jika tersentuh tangan saya, dengan kemampuan sekedarnya alhamdulillah si jantan berhasil lepas. Well, walaupun kelihatannya saya sedikit terlambat karena si jantan kelihatan kelelahan dan sepertinya menderita nyeri di kaki bekas tersangkut tersebut.

Itulah pagi di rumah hingga saya bersema istri berangkat bekerja. Selama di Perjalanan kami mendengarkan radio lokal kota kami Bogor tercinta. Dengan penyiar berlogat sunda dan candaan yang menghibur, kita berdua cekikikan karena bahasannya konyol. Akhirnya sampai ke tempat kerja istri tercinta saya melanjutkan perjalanan ke kantor sendirian, masih ditemani penyiar yang ga ada habisnya bercanda namun candaannya adalah sebuah selingan untuk informasi yang sangat bermanfaat untuk pendengarnya.

Kantor tinggal sedikit perjalanan lagi, tiba - tiba saya melihat seorang renta seperti berusaha memberhentikan kendaraan, saya berinisiatif untuk berhenti dan menyalakan lampu hazard karena saya pikir beliau akan menyebrang. Setelah keluar ternyata dari beliau saya tahu bahwa beliau bermaksud ke pasar Babakan Madang untuk naik angkutan umum. Karena memang ditempat tersebut saat itu, tidak ada kendaraan umum kecuali ojek yang beliau katakan entah kenapa enggan berhenti untuk mau mengantarnya.

Saya persilahkan beliau masuk kendaraan saya, karena pasar Babakan Madang hanya sekitar 5 - 10 menit dari tempat kami saat itu. Beliau berterima kasih, dan segera masuk. Oia, saya perlu sampaikan bahwa beliau menderita kehilangan penglihatan atau kita sering bilang "buta". Karena kebodohan saya, dahi beliau sempat kejedot atap mobil, saya saat itu tidak menyadari beliau itu buta sampai beliau cerita tentang keadaannya itu.

Hanya Ilustrasi


Namanya Bapak Rusmin Marlan, beliau tak henti - hentinya berterima kasih dan mendoakan saya. Saya juga ucapkan terima kasih atas doanya, saya pun mengamini mudah - mudahan saya yang raja khilaf ini dikarunia keberkahan. Perjalanan singkat itu diisi dengan ceritanya bahwa beliau pernah ikut berperang dengan Belanda dan Jepang, beliau yang lahir tanggan 15 Juli 1905 itu mengejutkan saya, karena secara fisik beliau terlihat lebih 30 tahun lebih muda dari yang beliau katakan, walaupun jalannya sudah tidak cepat dan matanya tak mampu melihat tapi umur panjangnya adalah mukjizat dan karunia. 

Beliau pernah 20 tahun bekerja sebagai buruh di pabrik semen, di situlah terjadi kecelakaan yang menyebabkan kebutaannya. Intinya semen yang penuh kandungan kimia itu telah merusak kemampuan melihatnya, hingga akhirnya beliau pensiun beliau hingga sekarang belum memiliki pekerjaan untuk menghidupinya. Tidak lama kami sampai di Pasar Babakan Madang, dari sini beliau bilang sudah biasa untuk naik angkot sendiri. Beliau saya perhatikan menggenggam uang dua ribu rupiah di tangannya. Saya saat itu khawatir hanya segitu uang yang beliau miliki, dan itu bisa mempersulit perjalanannya lagi setelah itu. Saya hanya lakukan seperti apa yang teman - teman juga akan lakukan, berharap dengan usaha saya bisa mempermudah beliau.

Saya antar beliau hingga duduk di angkutan umum, saya katakan kepada pak Supir untuk mengantarkan beliau ke Citeureup tempat tujuannya. Saya pun putar arah untuk menuju ke kantor, membawa sedikit cerita yang buat saya memiliki nilai tersendiri dalam jalan hidup saya.

Teman - teman pun pasti melakukan hal yang sama saya percaya, walau jujur awalnya saya sedikit waspada dan curiga tapi rasa ingin membantu lebih kuat dari itu. Pada intinya adalah beliau adalah seorang yang renta yang telah banyak kehilangan kemampuannya untuk lalui harinya dan sudah menjadi hak beliau menerima pertolongan orang - orang yang masih diberi kesehatan dan kejayaan agar beliau mencapai maksudnya. Beliau saya pikir bukan orang yang minta dikasihani, tapi keterbatasan yang membuat beliau diantar oleh saya. Beliau mendoakan saya dan tidak sedikitpun keluar dari mulutnya bahwa beliau meminta uang atau apapun itu. Beliau tidak bercerita tentang kesusahannya, walaupun beliau bercerita sedikit tentang asal usul beliau, istri, dan anak - anaknya.

Bapak Veteran berumur 108 tahun itu, terlihat jauh sekali dari kecukupan. Walau timbul pertanyaan dalam diri saya "dimana anak - anaknya, bisa membiarkan seorang ayah kesulitan seperti itu" tapi itu bukan menjadi alasan untuk kita tak saling bantu. Pada saat itu, teringat ayah saya yang juga telah menuju senjanya, walau ayah masih sehat walafiat, tapi umur ayah tidaklah muda lagi. Mudah - mudahan ayah diberi kemudahan dan saya sebagai anaknya bisa optimal untuk mengabdi kepada ayah walau tidak akan pernah bisa membalas jasa beliau.

Have a good day :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar