Selasa, 12 Juli 2016

(hardly) moving on

Pasti ada yang salah, sudah pulang itikaf sepuluh hari sudah berlalu ramadhan. Bukan bermaksud riya, tapi memang indah masa dimana quran menjadi teman. Rasanya hadits yg mengatakan bahwa quran yang akan menemani kita di dalam kubur membuat saya sedikit bahagia bisa membacanya. Susunan kalimat dalam 114 surat yang dikirim Yang Maha Penyayang kepada makhluknya.

Hari ini juli 2016, umur saya sudah hampir 28 tahun. 28 tahun saya menginjak dunia ini, 28 tahun saya menghirup oksigen bumi ini, 28 tahun memori mengisi otak dan cerita saya di dunia ini. Dunia yg tidak abadi ini, yang padahal di hadapan Sang Maha Agung saya hanya beberapa jam saja di dunia, karena satu hari di akhirat. 1000 tahun di dunia. Bayangkan kita hanya diberi waktu hidup tidak sampai 100 tahun.

28 tahun juga sudah berbagai macam kenangan dan cerita, namun hari ini. Entah mengapa, pikiran ini membawa saya ke masa lalu. Banyak sebetulnya yg saya sesali, dan obat sedih, gundah, gelisah, saat ini hanya doa dan tilawah. Kertas quran yg basah mudah2n menjadi saksi bahwa jika saya sedih, maka Surat CintaNya lah obatnya.

Masa lalu yg saya sesali adalah banyaknya perbuatan sia - sia yang saya kerjakan. Padahal saat itu jika saya bisa memotivasi diri saya mungkin saya akan jadi seniman? Pelukis? Musisi? Sesuai hobi saya saat itu. Atau mungkin mendapatkan beasiswa ke luar negeri? Atau mendapatkan penghargaan murid teladan? Karena saya bukan orang bodoh, cuma kadang kesenangan sementara bikin manusia malas dan banyak melakukan perbuatan tidak bermanfaat.

Masih jelas temperatur subuh di tahun 2000 atau malam ramai di tahun 2003, atau terpaan angin di wajah saat naik angkutan umum yg penuh di tahun 2004. Saya juga masih ingat suara midi SEGA yang seringkali saya mainkan sepulang sekolah, atau handphone monophonic yang bisa menjadi bahan lelucon saat habiskan waktu bersama teman.

Rumput basah saat saya jatuh bermain bola dari SD hingga SMP, berisiknya tempat rental PS1 yang booming saat saya SMP, atau tawa lepas karena kebodohan musuh saat main LAN Game Counter Strike.

Saya masih ingat emosinya, sedih senangnya, aromanya, musik yg mengiringnya, kawan yang ada di samping saya. Saya masih ingat nyerinya dislokasi sendi karena skateboard, masih ingat senangnya saat pertama kali mampu membelinya. Tahun 2002 saat itu harga skateboard masih Rp. 105.000,-.

Saat - saat senang ke masjid, berebut adzan dengan remaja yang lain, menangis saat taklim, candaan kepada teman yg sulit membaca hadis, dan habiskan waktu itikaf dengan bermain NGage :p.

Memori itu tiba2 kembali pagi ini, menyesakkan dada, memberi kerinduan pada masa lalu, pada teman - temanku. Mereka mmg masih ada, sama dengan saya sudah sibuk merawat anak yang lucu2. Saya rindu Aulia, doa saya semoga dia sedang di Surga. Sy masih ingat berita kecelakaanya, dan penundaan saya "besok saya akan jenguk" ternyata umur-mu kawan tidak sampai di "besok". Nanti kita minta sama Allah ya U, boleh gak maen skateboard atau latihan Kempo di Surga?

Dunia ini terasa sekali fananya, masih kuat ingatan saya saya baru pertama masuk SDN Panaragan 1 hari ini saya sudah berpikir anak saya akan masuk sekolah. Sekarang hari - hari saya diwarnai dengan tawa dua perempuan cantik. Yang satu tertawa karena lelucon saya, yang satu memang hobi tertawa.

Ya Allah, dunia ini sementara. Hanya kekuatan dari Mu yang menyanggupi aku menyelesaikannya. Kembali kepada engkau adalah sebuah kerinduan besar. Susah sedihku di dunia, hanya bisa mengadu kepada Engkau.

Yang aku tahu ya Allah, tidak ada kegundahan lagi setelah menatap wajah Engkau di Surga sana.

La illaha illa anta subhaanaka inni kuntum minazh zhaalimiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar